Musim Kejuaraan Reli Dunia atau WRC yang baru saja rampung menyisakan sebuah pekerjaan rumah besar terkait distribusi permukaan lintasan yang dinilai tidak seimbang. Masalah utama yang kembali menjadi sorotan adalah penumpukan reli aspal yang seluruhnya diselenggarakan pada paruh pertama kalender musim, menciptakan pola kompetisi yang monoton bagi para pereli elit dunia.
Musim lalu, rangkaian kompetisi dibuka seperti biasa dengan Rally Monte Carlo, sebelum dilanjutkan secara beruntun oleh Reli Kroasia dan Reli Islas Canarias pada musim semi. Penutup dari rangkaian seri aspal tersebut justru terjadi lebih awal, yakni pada akhir Mei melalui gelaran Reli Jepang, yang kemudian langsung disusul oleh rentetan enam reli gravel berturut-turut hingga akhir musim.
Situasi ini dipicu oleh berbagai faktor eksternal, termasuk pembatalan putaran Arab Saudi akibat situasi yang tidak stabil di kawasan Timur Tengah, yang awalnya membuat kalender sempat mencakup tujuh ajang gravel. Kendati demikian, tantangan serupa justru kembali harus dihadapi oleh para pereli papan atas pada musim kompetisi berikutnya dengan dominasi aspal yang terkonsentrasi di awal tahun.
Musim mendatang tercatat akan menyajikan lima putaran yang didominasi oleh permukaan aspal, namun seluruhnya kembali ditempatkan pada paruh pertama kalender. Situasi ini diperparah dengan dijadwalkannya Kroasia, Kepulauan Canary, dan Jepang secara beruntun, yang membuat para peserta harus langsung beralih fokus secara drastis sebelum kemudian menghadapi sisa musim di atas lintasan gravel setelah putaran Reli Italia pada awal Juli.
Menanggapi polemik yang terus berulang ini, Julien Vial selaku Chief Operating Officer WRC Promoter mengakui adanya masalah tersebut dan memastikan bahwa pihak penyelenggara tengah berupaya mencari solusi jangka panjang untuk masa depan kejuaraan. Menurutnya, keterbatasan ruang gerak menjadi kendala utama dalam menyusun jadwal dalam waktu dekat.
"Seperti yang bisa Anda pahami, perjanjian kami baru dikonfirmasi pada bulan Agustus, jadi kami tidak memiliki banyak ruang untuk bergerak dengan kalender 2027," ungkap Julien Vial menjelaskan situasi pelik di balik penyusunan jadwal resmi kejuaraan reli dunia tersebut.
Kendati demikian, pihak promotor menegaskan bahwa isu penyeimbangan kalender ini merupakan prioritas penting yang sedang dikerjakan secara serius. Kompleksitas logistik dan berbagai kendala spesifik dari masing-masing negara penyelenggara membuat proses penyesuaian tanggal menjadi sebuah tantangan tersendiri yang tidak mudah untuk diselesaikan dalam waktu singkat.
"Namun, ini adalah masalah penting dan kami sedang mengerjakannya. Setiap negara memiliki kendala sendiri, jadi menemukan tanggal yang cocok untuk semua orang tidaklah mudah," imbuh Julien Vial menguraikan hambatan teknis yang dihadapi oleh tim perencana kalender.
Baca Juga Ambisi Besar Robert Virves Usai Dominasi Gelar Juara WRC2Di sisi lain, promotor juga tidak menutup mata bahwa akhir musim yang monoton di atas gravel sempat menghadirkan drama pemasaran yang luar biasa pada musim ini. Pertarungan perebutan gelar juara dunia yang harus ditentukan hingga tahap akhir pada reli pemungkas terbukti menjadi tontonan yang sangat memikat bagi para penggemar motorsport global.
Namun, di balik keuntungan komersial tersebut, manajemen tetap memahami bahwa memimpin klasemen kejuaraan seharusnya menjadi sebuah bentuk penghargaan atas konsistensi prestasi, alih-alih dirasakan sebagai sebuah hukuman konstan akibat kerugian posisi start di lintasan gravel yang berdebu.
"Jika memungkinkan, menambahkan reli aspal di bagian akhir musim bisa menjadi opsi yang menarik," tutur Julien Vial memberikan pandangannya mengenai potensi perubahan struktur kalender di masa depan.
Langkah penambahan seri aspal menjelang akhir musim dinilai mampu menciptakan keadilan kompetitif sekaligus menyeimbangkan karakteristik kejuaraan secara global. Meski belum dapat dipastikan apakah penyesuaian radikal tersebut dapat diterapkan pada musim 2028, pihak promotor memastikan opsi tersebut masuk dalam kajian strategis jangka panjang.
"Itu akan memungkinkan kami mencoba menyeimbangkan kalender secara global. Saya tidak tahu apakah itu dapat dicapai pada tahun 2028, tetapi dalam jangka panjang kami sedang mempertimbangkan opsi ini," pungkas Julien Vial menutup penjelasan terkait rencana evaluasi kalender WRC.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!