Musim kompetisi reli dunia kelas pendukung telah menyaksikan performa luar biasa yang diperlihatkan oleh Robert Virves bersama navigator setianya. Perjalanan kampanye tahun ini dibuka dengan cara yang begitu meyakinkan melalui kemenangan gemilang di ajang menantang Safari Rally Kenya. Dominasi tersebut tidak berhenti di situ saja, karena serangkaian hasil positif kembali diraih di berbagai lintasan ikonik dunia, termasuk torehan kemenangan penting di reli-reli selanjutnya yang memperkokoh posisi mereka di puncak klasemen kejuaraan.
Sepanjang kalender kompetisi musim ini, pasangan pereli tangguh tersebut tampil konsisten di atas lintasan gravel maupun tarmac. Total empat kemenangan bergengsi serta dua kali finis sebagai runner-up berhasil diamankan dari tujuh seri reli yang dihitung dalam perolehan poin Kejuaraan Dunia. Konsistensi ritme mengemudi dan ketahanan kendaraan menjadi kunci utama mengapa mereka mampu mengungguli para rival terberat di kategori WRC2 yang dikenal memiliki tingkat persaingan sangat ketat dalam beberapa tahun terakhir.
Bahkan, peluang untuk menyegel kemenangan kelima hampir saja terwujud pada seri penutup musim di Sardinia. Meskipun harus puas berada di posisi kedua setelah bertarung sengit melawan Roope Korhonen yang mempertahankan keunggulan tipis meski mengalami kerusakan mobil, selisih waktu 0,7 detik saja memisahkan kedua pereli di garis finis. Mengenai pendekatan mental di setiap perlombaan, Robert Virves menegaskan bahwa dirinya tidak pernah mengubah gaya membalap meskipun situasi poin telah menguntungkan mereka.
"Saya selalu mendekati sebuah ajang sebagai reli normal. Tidak peduli apakah saya sudah mengamankan kejuaraan atau belum," ungkap Robert Virves dalam sebuah wawancara eksklusif dengan lembaga penyiaran publik Estonia. Ia menambahkan bahwa dirinya mengerahkan kemampuan maksimal di lintasan demi menikmati setiap detik persaingan. "Saya mengerahkan segalanya dan, di satu sisi, itu benar-benar sangat menyenangkan. Satu-satunya tujuan adalah naik satu posisi demi satu posisi. Ini adalah performa yang sangat kuat dari kami," imbuhnya.
Keberhasilan mengunci gelar juara musim ini menorehkan sejarah tersendiri karena menjadi titel Kejuaraan Dunia kedua bagi Robert Virves, setelah sebelumnya pernah dinobatkan sebagai juara Junior WRC pada musim 2022. Catatan impresif tersebut sekaligus menobatkannya sebagai pereli asal Estonia pertama yang sukses mengoleksi dua gelar juara dunia dalam karier balap profesional mereka. "Persaingan di WRC2 sangat luar biasa ketat dalam beberapa tahun terakhir. Saya pikir kita bisa bangga karena berhasil mencapai hasil seperti ini melawan lawan-lawan tangguh," ujar sang pereli.
Baca Juga Lia Block Selangkah Lagi Ukir Sejarah Juara Reli AmerikaBagi Jakko Viilo yang mendampingi dari kursi co-driver, pencapaian ini menandai gelar Kejuaraan Dunia pertama sepanjang karier profesionalnya di kancah reli internasional. Rasa haru dan bangga menyelimuti keberhasilan mereka mewujudkan mimpi masa kecil. Namun, di balik perayaan sukses tersebut, fokus utama mereka kini telah beralih ke masa depan dengan target yang lebih tinggi di kelas premier World Rally Championship. "Ini terdengar sangat bagus. Ini pasti pemenuhan sebuah mimpi. Saya memimpikannya sejak kecil, dan sekarang kami telah meraih satu kejuaraan. Mudah-mudahan, ada kejuaraan yang lebih besar di depan kita. Kami sedang mengusahakannya," tutur Jakko Viilo.
Meskipun rangkaian seri resmi WRC musim ini telah resmi berakhir, aktivitas kedua atlet balap tersebut sama sekali belum berhenti. Dilansir dari RallyJournal, persiapan intensif terus digeber oleh Robert Virves dan Jakko Viilo untuk mengumpulkan jarak tempuh pengujian yang lebih banyak demi menyongsong tantangan di level tertinggi reli dunia pada masa mendatang.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!