Sesi Sprint Qatar GP yang baru berjalan selama dua putaran harus dihentikan secara terpaksa oleh pihak penyelenggara lomba setelah insiden kecelakaan hebat yang melibatkan pembalap andalan. Direksi balap memutuskan untuk segera mengibarkan bendera merah demi alasan keselamatan menyusul tabrakan mengerikan yang menimpa Francesco Bagnaia di atas lintasan Sirkuit Losail.

Insiden bermula ketika pembalap pabrikan Ducati tersebut sedang menempati posisi keempat pada putaran pembuka perlombaan. Saat memasuki area krusial di tikungan ke-16, motor yang dikendarai oleh Fermin Aldeguer dari tim Gresini datang dari posisi yang jauh di belakang dan mencoba melakukan manuver overtaking dari sisi dalam untuk mendahului KTM milik Pedro Acosta yang berada tepat di belakang Bagnaia.

Namun, pembalap asal Spanyol tersebut salah memperhitungkan titik pengereman secara drastis, sehingga bagian depan motornya menghantam keras bagian belakang motor Ducati spesifikasi terbaru yang ditunggangi oleh Bagnaia. Benturan keras tersebut seketika memicu efek high-side yang sangat impresif dan berbahaya bagi sang juara dunia asal Italia itu.

- Advertisement -
Advertisement

Dampak dari kontak tersebut membuat Bagnaia terpelanting ke udara sebelum akhirnya jatuh membentur permukaan aspal dengan posisi yang sangat mengkhawatirkan. Menyadari proses evakuasi pembalap dari area gravel membutuhkan waktu lebih lama dan prosedur penanganan yang ekstra hati-hati, ofisial balap langsung mengambil tindakan tegas dengan menghentikan jalannya balapan.

Baca Juga Yamaha Ingatkan MotoGP Jaga Akar Penggemar di Tengah Ekspansi

Kabar baik segera menyusul beberapa saat setelah pengibaran bendera merah, di mana pihak tim medis memastikan bahwa Bagnaia dalam keadaan sadar penuh. Tayangan ulang televisi memperlihatkan sang pembalap bernomor start 63 tersebut dalam kondisi waspada meskipun terlihat menderita kesakitan akibat benturan keras yang baru saja dialaminya.

Pemeriksaan lanjutan secara menyeluruh harus segera dilakukan oleh tim medis guna memastikan kondisi fisik sang pembalap secara akurat setelah mengalami kecelakaan parah tersebut. Sementara itu, akibat manuver ceroboh yang memicu insiden berbahaya ini, Aldeguer langsung dijatuhi hukuman berat berupa dua kali sanksi penalti putaran panjang atau double long lap penalty untuk balapan utama keesokan harinya.