Aksi luar biasa diperlihatkan oleh Jorge Martin pada seri Grand Prix Qatar, hanya berselang dua minggu setelah mengalami kecelakaan kecepatan tinggi di Sirkuit Phillip Island. Tampil dengan kondisi fisik yang belum sepenuhnya pulih akibat patah pergelangan tangan, pembalap asal Spanyol tersebut mampu mencatatkan hasil yang mencengangkan banyak pihak di paddock MotoGP. Pada sesi latihan hari Jumat, ia langsung mengamankan tiket otomatis ke sesi kualifikasi kedua (Q2), di mana ia kemudian merebut posisi start ke-11 sebelum melakukan gebrakan masif di sesi balapan sprint.

Para penonton dan pengamat dibuat terbelalak ketika sang juara dunia 2024 tersebut secara mengejutkan mampu memimpin jalannya balapan sprint di depan Marc Marquez, sebelum akhirnya harus puas finis di posisi ketiga. Perjuangan pebalap bernomor start 89 tersebut tidak berhenti sampai di situ, sebab pada balapan utama dengan jarak tempuh ganda, ia kembali menunjukkan mental baja dengan merangsek naik dari posisi start ke-10 untuk melibas para pesaingnya di barisan tengah.

Dalam jalannya lomba utama GP Qatar, ia sukses melewati perlawanan sengit dari Johann Zarco serta Fabio Di Giannantonio yang sempat melesat dari posisi ketiga. Tambahan posisi juga diraihnya setelah Fermin Aldeguer harus menjalani hukuman long-lap penalty. Meski melintasi garis finis dalam kondisi fisik yang sangat terkuras dan berada 14 detik di belakang pemenang balapan dari tim pabrikan yang sama, catatan waktu lap terbaiknya hanya terpaut 0,5 detik dari torehan Marc Marquez.

- Advertisement -
Advertisement

Usai merampungkan balapan yang menguras tenaga di sirkuit gurun pasir tersebut, sang pebalap andalan Aprilia itu berbagi cerita kepada awak media mengenai kondisi fisiknya yang babak belur. "Sekarang saya benar-benar kelelahan, tapi perjuangan ini sepadan meskipun saya merasakan sakit yang cukup hebat," ungkap Martin menggambarkan betapa beratnya membalap dengan tulang yang belum sepenuhnya menyatu dengan sempurna.

"Namun saya sekarang memiliki waktu dua minggu untuk memulihkan diri dan mempercepat proses penyembuhan patah tulang ini. Saya memperkirakan kondisi saya bisa mendekati 100 persen saat tiba di Portimao," tambahnya penuh optimisme menatap seri balapan berikutnya di tanah Portugal demi melanjutkan tren positif performa motornya.

Baca Juga Jorge Martin Rebut Pole Austria MotoGP, Kalahkan Marquez 0,015s

Meskipun mengakui bahwa posisi start dari urutan ke-11 dan ke-10 bukanlah modal awal yang ideal, ia menegaskan bahwa ritme balapnya sebenarnya sangat mumpuni untuk bersaing di barisan terdepan. "Sayangnya posisi awal kurang menguntungkan, tapi saya punya kecepatan untuk berada di kisaran lima besar, lebih dari itu sulit. Senang bisa kembali bertarung melawan 'Diggia' dan mengamankan hasil ini, meski di lap-lap akhir fisik saya hancur lebur," jelas pebalap berjuluk Martinator tersebut.

Menatap sisa seri musim ini, ia menegaskan ambisi besarnya untuk mempersembahkan hasil manis bagi pabrikan asal Noale sebelum kontraknya berakhir. "Target saya adalah memenangkan balapan tahun ini. Saya berharap tubuh saya mengizinkan saya untuk kembali bertarung di barisan terdepan dan mengerahkan segalanya," pungkasnya.