Pembalap muda asal Prancis, Isack Hadjar, kembali mencatatkan hasil gemilang dengan mengamankan posisi keempat podium dalam kalender kejuaraan dunia Formula 1 di sirkuit Interlagos, Sao Paulo. Penampilan impresif diperlihatkan oleh pembalap berusia 22 tahun tersebut sepanjang balapan yang penuh drama dan kondisi lintasan yang sangat menantang. Meskipun tampil luar biasa, ia harus mengakui keunggulan kecepatan dari dua pembalap terdepan, Lando Norris dan rekan setimnya yang merupakan juara dunia.

Hasil impresif di Brasil ini menandai podium ketiga bagi sang pembalap pada musim kompetisi ini setelah sebelumnya meraih hasil serupa di Monako dan Baku, serta raihan podium keempat sepanjang kariernya di ajang balap mobil bergengsi ini. Jalur balapan di Autodromo Jose Carlos Pace menyajikan tantangan tersendiri dengan cuaca yang berubah-ubah, membuat setiap keputusan strategi ban menjadi krusial bagi seluruh tim yang berlaga di lintasan.

Momen krusial terjadi pada putaran ke-38 ketika ia berada tepat di belakang pimpinan balapan. Pihak tim Red Bull Racing memberikan instruksi agar ia memberikan jalan kepada rekan setimnya yang sedang melaju kencang dari belakang. Tanpa banyak perdebatan, instruksi tersebut langsung dijalankan dengan baik demi kepentingan konstruktor.

- Advertisement -
Advertisement

Kendati demikian, situasi berubah ketika rekan setimnya gagal mengejar pimpinan balapan dengan selisih waktu yang diharapkan. Sempat terbesit tanya melalui komunikasi radio apakah posisi kedua tersebut dapat dikembalikan, namun situasi di atas lintasan tidak memungkinkan hal tersebut terjadi karena jarak yang terus melebar.

Selepas balapan usai, sang pembalap membagikan pandangannya mengenai jalurnya meraih podium di tengah kondisi cuaca yang rumit. Perubahan dari ban intermediate menuju ban kompon kering memberikan tantangan tersendiri bagi para pengemudi yang harus beradaptasi dengan cepat di atas aspal yang licin.

Baca Juga Christian Horner Ungkap Pembuatan Mesin F1 Red Bull Menakutkan

Kondisi keluar pit dilaporkan sangat licin dan membahayakan, ditambah dengan kembalinya rintisan air hujan menjelang akhir perlombaan. Walaupun demikian, rasa syukur dan puas tetap diungkapkan atas keberhasilannya mengamankan tangga ketiga podium di garis finis.

Evaluasi diri juga disampaikan secara terbuka terkait insiden kecil yang sempat terjadi di lintasan. Ia merasa perlu menyampaikan permohonan maaf karena menilai dirinya kurang optimal dalam menjaga jalur balap pada fase krusial lomba.

Situasi trek yang mirip seperti lintasan es membuat pertarungan semakin sulit ketika para pesaing mendekat dari belakang. Bahkan, insiden nyaris menabrak kru mekanik saat melakukan pemberhentian di area pit nyaris buyarkan impian manisnya hari itu.