Perjalanan karier Joan Mir di kancah Grand Prix sepeda motor sempat berada di ambang kehancuran total setelah bertahun-tahun tenggelam dalam masa sulit bersama pabrikan Jepang. Jauh sebelum menemukan titik cerah untuk masa depannya, pembalap asal Spanyol ini bahkan sempat mempertimbangkan untuk benar-benar menggantung helm dan meninggalkan ajang balap profesional. Tekanan mental akibat motor yang tidak kompetitif sempat membuat sang juara dunia putus asa.
Kisah sukses masa lalu Joan Mir sebenarnya begitu luar biasa ketika ia mendominasi kejuaraan Moto3 pada tahun 2017 dengan torehan sepuluh kemenangan gemilang. Langkah cepatnya berlanjut ke kelas Moto2 sebelum akhirnya promosi ke kelas utama MotoGP, di mana ia secara mengejutkan berhasil menyabet gelar juara dunia kelas premier pada tahun 2020 di atas motor Suzuki GSX-RR, diikuti oleh posisi ketiga klasemen pada musim berikutnya yang membuktikan kapasitasnya sebagai salah satu pembalap papan atas.
Namun, situasi berubah drastis ketika Suzuki memutuskan mundur dari MotoGP dan memaksa Joan Mir hijrah ke tim pabrikan Honda mulai musim 2023. Sejak saat itu, penderitaan panjang dimulai karena ia harus berjibaku dengan motor Honda RC213V yang sangat sulit dijinakkan dan mengalami penurunan performa drastis. Selama tiga tahun terakhir, posisinya di klasemen terus merosot tajam di papan bawah, di mana ia harus bekerja ekstra keras dan sering kali mengalami kecelakaan parah akibat memaksakan batas kemampuan motor yang sudah kedodoran di berbagai aspek teknis.
Masa depan Joan Mir semakin suram ketika manajemen HRC memastikan bahwa tidak ada tempat lagi baginya untuk proyek era regulasi baru MotoGP. Situasi pelik ini diungkapkan secara blak-blakan oleh manajer sang pembalap, Paco Sanchez, dalam sebuah wawancara eksklusif. Sanchez menyebutkan bahwa kliennya sudah berada di titik nadir dan siap meninggalkan dunia balap motor untuk selamanya jika tidak ada tawaran dari tim pabrikan yang kompetitif.
“Joan berpikir tentang untuk berhenti jika kami tidak menemukan tim pabrikan. Dia bahkan tidak mempertimbangkan Superbike atau kejuaraan lain. Situasinya sangat jelas: jika saya tidak memiliki motor yang kompetitif, saya akan berhenti dan pulang ke rumah,” ungkap Paco Sanchez menjelaskan betapa frustrasinya sang juara dunia saat itu.
Baca Juga MotoGP Pindah ke Adelaide: Sirkuit Teraman di Kalender?Untungnya, titik terang tiba ketika struktur independen asal Italia, Gresini Racing, datang menyelamatkan kariernya melalui sebuah pendekatan serius. Michele Masini selaku manajer tim menghubungi kubu Sanchez untuk membuka negosiasi, yang kemudian ditindaklanjuti secara langsung oleh petinggi Ducati Corse, Gigi Dall'Igna, dalam sebuah pertemuan krusial guna meyakinkan sang pembalap.
Dalam pertemuan tersebut, Ducati dan Gresini memberikan jaminan penuh bahwa Joan Mir akan mendapatkan motor spek pabrikan dengan dukungan teknis resmi serta kesetaraan perangkat kompetitif. Jaminan inilah yang akhirnya meluluhkan keraguan Joan Mir, membuatnya melupakan urusan finansial, dan menerima pinangan untuk bangkit kembali di lintasan balap musim mendatang.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!