Pembalap muda Isack Hadjar secara terbuka melabeli akhir pekan Formula 1 Grand Prix Amerika Serikat di Circuit of the Americas (COTA) sebagai sebuah bencana, meskipun ia sukses mengamankan posisi start ketiga yang impresif untuk balapan utama hari Minggu. Performa gemilang ini melanjutkan tren positif skuad Red Bull yang sebelumnya mendominasi lewat kemenangan beruntun Max Verstappen di Malaysia dan Singapura, serta hasil podium ganda di Azerbaijan.
Kecepatan luar biasa dari Milton Keynes terbukti kembali mengalir deras di aspal COTA. Max Verstappen berhasil mengamankan posisi kedua di sesi kualifikasi, persis berada di depan rekan setimnya yang tampil mengejutkan. Kendati demikian, perjuangan pembalap asal Prancis tersebut tidak berjalan mulus karena ia terus-menerus diganggu oleh masalah pelanggaran batas lintasan yang membuatnya berada dalam posisi tertekan sejak sesi latihan bebas hari pertama.
Masalah penegakan batas lintasan membuat persiapan menuju kualifikasi menjadi sangat berat bagi sang pembalap. Berbicara mengenai jalannya sesi, Isack Hadjar mengungkapkan betapa frustrasinya ia menghadapi serangkaian penghapusan catatan waktu. Sesi latihan pagi hari bahkan menjadi mimpi buruk tersendiri karena ia sama sekali tidak mampu merampungkan satu putaran bersih menggunakan kompon ban lunak di lintasan.
Kendati mengalami berbagai kendala teknis dan non-teknis yang menguji kesabaran, pembalap berbakat ini mengakui bahwa ia sempat merasakan potensi besar pada mobilnya di area tertentu. Ia menjelaskan bahwa meskipun hanya mampu mencatat setengah putaran dengan rasa nyaman, ketidakmampuan menyelesaikan satu lap penuh menjadi hambatan utama yang harus segera diselesaikan oleh para mekanik di garasi.
Baca Juga Rosberg: Ferrari Tak Bisa Prioritaskan Hamilton demi Gelar F1Titik balik krusial akhirnya tiba ketika sesi kualifikasi resmi dimulai di mana mobil balapnya benar-benar menunjukkan performa optimal. Kerja keras tim dalam membongkar pasang pengaturan kendaraan membuahkan hasil manis setelah mereka mencoba berbagai variasi set-up yang berbuah kepuasan tersendiri bagi sang pembalap di penghujung hari yang menegangkan.
Di balik keberhasilannya mengunci posisi ketiga grid, ia tetap menyimpan sedikit rasa penyesalan terkait eksekusi putaran terakhir di sesi Q3. Menurut analisisnya, catatan waktu pada percobaan pertama jauh lebih krusial ketimbang lap pamungkas yang dinilai mengalami penurunan kondisi lintasan, ditambah faktor embusan angin buritan yang membuatnya kehilangan banyak waktu berharga di area krusial.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!