Pebalap muda berbakat Isack Hadjar harus menghadapi konsekuensi serius di luar lintasan setelah tertangkap kamera melakukan tindakan fisik terhadap seorang individu di area paddock Formula 1. Insiden yang memicu perhatian luas dari otoritas tertinggi balap mobil internasional ini terjadi tepat sebelum sesi latihan bebas pertama (FP1) dimulai di Sirkuit Autodromo Hermanos Rodriguez. Rekaman video yang beredar luas memperlihatkan pebalap tim Red Bull tersebut mendorong seseorang yang tiba-tiba mendekatinya untuk meminta foto selfie saat ia sedang berjalan tergesa-gesa menuju garasi tim.

Menindaklanjuti insiden kontroversial tersebut, FIA memutuskan untuk memanggil sang pebalap ke hadapan para pengawas pertandingan pada hari Sabtu. Dalam sesi investigasi resmi tersebut, para pejabat balap memeriksa secara mendalam rekaman video dari berbagai sudut serta mendengarkan langsung keterangan dari pebalap asal Prancis itu beserta perwakilan tim. Berdasarkan hasil pemeriksaan, tindakan fisik yang dilakukan oleh Isack Hadjar dinilai telah melanggar ketentuan yang tercantum dalam Kode Olahraga Internasional FIA, khususnya terkait standar perilaku profesional di area paddock.

Dalam pembelaannya kepada para pengawas pertandingan, pihak tim menjelaskan bahwa pebalap binaan mereka tersebut sedang dalam kondisi terburu-buru untuk mengikuti sesi latihan. Ia sebenarnya telah meluangkan waktu untuk berhenti dan berfoto bersama seorang penggemar muda sebelum insiden terjadi. Namun situasi berubah tidak nyaman ketika seorang tamu lain mendekatinya secara agresif di tengah padatnya situasi paddock yang penuh sesak dengan berbagai tamu VIP dan staf tim balap.

- Advertisement -
Advertisement

Para pengawas pertandingan merinci kronologi kejadian dalam laporan resmi mereka dengan menyatakan bahwa sang pebalap pada awalnya mencoba menahan gerakan orang tersebut dengan menempatkan tangannya di bagian pinggang untuk menjaga jarak. Namun situasi yang dinilai semakin mendesak membuat sang pebalap akhirnya mendorong orang tersebut menjauh menggunakan tangan kanannya yang terbuka. Meskipun tindakan mendorong tersebut dikategorikan sebagai bentuk pelanggaran disiplin di bawah Pasal 12.2.1(l) Kode Olahraga Internasional, para pejabat memutuskan bahwa sanksi berupa peringatan formal sudah dianggap memadai setelah mempertimbangkan berbagai faktor meringankan.

Keputusan lunak dari pengawas balap tersebut didasarkan pada lima pertimbangan utama yang meringankan posisi sang pebalap. Mereka menerima argumen bahwa reaksi tersebut muncul akibat pendekatan yang tidak diinginkan dan bersifat agresif di tengah kepadatan paddock jelang sesi latihan penting. Selain itu, para pejabat juga menyoroti aspek keamanan yang dinilai kurang memadai serta invasi terhadap ruang pribadi pebalap yang kerap menjadi masalah klasik di berbagai seri balapan dunia.

Baca Juga Bos Haas Ayao Komatsu Turun di Mobil F1 Bersejarah Jelang GP Italia

Masalah keselamatan dan kenyamanan di area paddock memang telah lama menjadi topik perdebatan hangat di kalangan para pebalap Formula 1. Rekan setimnya di Red Bull, Max Verstappen, bahkan pernah secara terbuka menyamakan suasana paddock balapan modern seperti layaknya sebuah kebun binatang akibat terlalu banyaknya tamu dan pemegang akses VIP yang memadati area kerja para pebalap. Insiden ini kembali membuka diskusi panjang mengenai perlunya peningkatan sistem pengamanan agar para atlet dapat bergerak bebas tanpa harus menghadapi gangguan privasi yang berlebihan.

Sementara itu, akhir pekan di Meksiko ini juga diwarnai oleh berbagai kendala teknis bagi sang pebalap debutan di atas lintasan. Ia harus melalui awal pekan yang sangat terganggu akibat masalah unit daya pada mobilnya, yang membatasinya hanya mampu menyelesaikan 21 putaran saja dan harus puas finis di posisi ke-11 pada sesi FP1. Meskipun demikian, ia mampu bangkit pada sesi latihan berikutnya dengan mengamankan posisi keenam di FP2, sebelum akhirnya menutup sesi latihan terakhir hari Sabtu di peringkat kedelapan menjelang sesi kualifikasi resmi.