Insiden panas terjadi di lintasan Autodromo Hermanos Rodriguez ketika Max Verstappen dan Liam Lawson terlibat kontak langsung pada sesi latihan bebas kedua (FP2) Grand Prix Meksiko. Ketegangan bermula ketika Verstappen sedang bersiap mencatatkan waktu putaran cepat dan berusaha mendahului Lawson yang tengah mendinginkan bannya menjelang Tikungan 12. Situasi memanas dengan cepat di area stadion ketika Lawson mencoba melakukan perlawanan di tikungan berikutnya, hingga berujung pada benturan saat Verstappen melibas pembatas jalan di Tikungan 14.

Benturan keras tersebut mengakibatkan kerusakan pada kedua kendaraan dan menyisakan serpihan material di atas lintasan. Kondisi darurat ini memaksa pengawas balapan untuk mengibarkan bendera merah demi alasan keamanan, yang membuat jalannya sesi latihan harus dihentikan sementara. Selepas sesi berakhir, para pengawas balapan langsung memanggil kedua pembalap serta memeriksa rekaman video dan data telemetri mobil guna menginvestigasi insiden yang dinilai membahayakan tersebut secara menyeluruh.

Dalam keputusan resminya, pengawas balapan FIA menjatuhkan sanksi penalti turun posisi di grid start kepada kedua pembalap setelah mendengarkan keterangan dari pihak yang terlibat. "Kedua pembalap mengakui bahwa pergerakan tersebut tidak perlu dan ceroboh," ungkap pengawas balapan FIA dalam pernyataan resmi mereka. Keputusan ini diperberat oleh peringatan yang sebelumnya telah dikeluarkan dalam rapat manajer tim pada hari Jumat, serta berkaca pada insiden-insiden latihan bebas di masa lalu.

- Advertisement -
Advertisement

Selain hukuman penurunan posisi start, Liam Lawson dan sang juara bertahan juga masing-masing diganjar satu poin penalti pada lisensi super FIA mereka. Pengawas menilai perilaku keduanya selama sesi latihan kedua sama sekali tidak dapat diterima. Sebelum sanksi resmi diumumkan, Verstappen sempat melontarkan kritik tajam terhadap penilaian pembalap asal Selandia Baru tersebut di atas lintasan, bahkan mengaitkannya dengan tekanan karier yang sedang dihadapi sang rival muda.

Baca Juga Norris Yakin McLaren Bisa Kejar Gelar F1 2026

"Tetapi jika saya berada di posisinya, saya akan bertindak sedikit lebih pintar. Juga ketika Anda sedang berjuang untuk kursi Anda, itu bukan perilaku yang sangat cerdas," ujar Max Verstappen menanggapi insiden tersebut. Sementara itu, Kepala Tim Racing Bulls yaitu Alan Permane memiliki pandangan objektif dan menilai bahwa tidak ada satu pun pembalap yang sepenuhnya bersih dari kesalahan dalam insiden konyol tersebut.

"Saya pikir satu kata, hanya 'tidak perlu' dalam sesi latihan; sepenuhnya tidak perlu, dan saya katakan itu kepada mereka berdua," tegas Alan Permane. Terlepas dari insiden yang merusak kendaraan masing-masing, Max Verstappen tetap mampu mengakhiri sesi FP2 di posisi kelima meskipun performa mobilnya terganggu, sementara Liam Lawson menyusul di tempat kesembilan. Sebelumnya, kedua pembalap sempat absen pada sesi latihan pertama (FP1) karena memberikan kesempatan kepada Ayumu Iwasa dan Nikola Tsolov untuk menguji mobil mereka.