Aksi sengit mewarnai ajang balap pendukung Dunlop Super2 Series dalam rangkaian Penrite Oil Sandown 500, di mana jalannya perlombaan langsung diwarnai drama sengit sejak tikungan awal. Pembalap Blanchard Racing Team, Dalton, harus menerima kenyataan pahit setelah insiden pada lap pembuka mengakhiri catatan impresifnya dan memaksanya gagal finis untuk pertama kalinya dalam tiga setengah musim terakhir. Memulai balapan dari posisi kedua di samping peraih pole position Campbell Logan dari Tickford Autosport, jalannya lomba langsung menyajikan tensi tinggi yang melibatkan para pembalap muda berbakat.

Petaka bagi Dalton bermula ketika ia kehilangan satu posisi dari pembalap Tickford lainnya, Reuben Goodall, sebelum akhirnya berada di bawah tekanan hebat dari Nash Morris di Tikungan 4. Sebuah manuver agresif dari sisi dalam yang dilancarkan oleh Morris tidak mampu dihindari sepenuhnya, berujung pada kontak fisik di antara barisan terdepan yang langsung melemparkan mobil Dalton keluar lintasan hingga menghantam pembatas ban secara telak. Insiden awal tersebut memicu kekacauan beruntun yang turut menyeret sejumlah pembalap lain di barisan tengah dan belakang.

Kondisi di lintasan semakin runyam ketika Aaron Love dari Eggleston Motorsport mendapati dirinya berada di posisi luar dalam posisi terjepit di antara tiga kendaraan, melibatkan Brad Vaughan dari Brad Jones Racing dan Bayley Sweeny dari Blanchard Racing Team. Tanpa ruang evakuasi yang memadai, Love terhimpit di antara mobil Dalton dan Vaughan, sementara Vaughan sendiri harus menderita ban bocor di bagian kanan belakang yang memaksanya masuk ke dalam pit untuk melakukan penggantian ban dan merosot jauh ke posisi ke-16. Kekacauan massal ini langsung memancing reaksi keras dari para korban yang merasa dirugikan oleh agresivitas di awal lomba.

- Advertisement -
Advertisement

Selepas insiden tersebut, Dalton tidak dapat menyembunyikan kekecewaannya atas insiden yang menimpanya dan melontarkan kritik pedas terhadap gaya membalap para rivalnya di ajang pengembangan pembalap muda tersebut. Mengomentari insiden yang menghentikan rekor apiknya, ia menyebut manuver tersebut sebagai ciri khas balapan Super2 yang kerap diwarnai aksi-aksi berisiko tinggi tanpa kompromi. "Khas Super2," ujar Dalton usai insiden tersebut, seraya menambahkan bahwa ia akan menyerahkan evaluasi insiden itu kepada penasihat standar balap Craig Baird untuk menilai tindakan yang dinilainya terlalu memaksakan diri dari para pesaing terdekatnya.

Baca Juga Tom Koch dan Paul Haberland Perkuat Tim Baru ERC Kawasaki

Meskipun balapan sempat dilanjutkan kembali setelah mobil evakuasi membersihkan lintasan, drama kembali tersaji ketika balapan menyisakan 15 menit waktu tersisa akibat kesalahan yang dilakukan oleh Ben Gomersall di Tikungan 2. Kontak beruntun yang melibatkan Bayley Sweeny, Bayley Hall, hingga Ryan Tomsett dari Anderson Motorsport kembali memaksa Safety Car turun tangan untuk menetralisir keadaan di sirkuit. Di barisan depan, Campbell Logan mampu mempertahankan keunggulannya hingga bendera finis berkibar, dikawal oleh rekan setimnya di Tickford Autosport, Reuben Goodall dan Nash Morris, sementara Brad Vaughan sukses melakukan pemulihan luar biasa untuk finis di posisi ketujuh.

PosNumDriverTeamCarLaps/Diff
156Campbell LoganTickford AutosportFord Mustang23 laps
25Reuben GoodallTickford AutosportFord Mustang0.6214
355Nash MorrisTickford AutosportFord Mustang1.4806
438Elliott ClearyEggleston MotorsportHolden ZB Commodore2.1219
536Cody BurcherEggleston MotorsportHolden ZB Commodore3.1042