Tim Grove Racing terus memperkuat barisan teknis mereka dengan mendatangkan talenta internasional berpengalaman jelang bergulirnya akhir pekan balap yang krusial. Skuad Penrite tersebut secara resmi mengumumkan perekrutan tokoh penting asal Jerman, yang diproyeksikan untuk mengisi posisi strategis di dalam struktur tim guna mendongkrak daya saing mobil Ford Mustang mereka di ajang Supercars.

Langkah progresif ini diumumkan sejak bulan Juli lalu, di mana skuad mengonfirmasi bahwa mereka telah merekrut Lieschke untuk memegang peran baru sebagai kepala simulasi dan performa. Kehadiran insinyur papan atas ini tentu membawa angin segar sekaligus standar teknik kelas dunia ke dalam garasi tim, mengingat rekam jejaknya yang sangat impresif di kancah motorsport global.

Sebelum memutuskan untuk berlabuh di Australia, ia mendedikasikan kariernya selama 13 tahun bersama pabrikan raksasa asal Jerman, Porsche. Dalam kurun waktu tersebut, ia terlibat secara mendalam di berbagai program balap level tertinggi dunia, termasuk keterlibatan krusial di kejuaraan dunia Formula E serta World Endurance Championship yang menuntut tingkat presisi tinggi.

- Advertisement -
Advertisement

Meskipun belum secara resmi memulai tugas penuhnya di markas tim, ia dikabarkan sudah hadir di sirkuit untuk mengamati secara langsung bagaimana operasional harian berjalan di akhir pekan balap Sandown. Kehadirannya di sirkuit ini menjadi langkah awal adaptasi sebelum ia benar-benar memegang kendali penuh atas departemen simulasi dan performa tim.

Berdasarkan pantauan di lapangan, ia bahkan sudah terdaftar di dalam daftar personel performa skuad untuk akhir pekan ini, menandakan bahwa integrasinya dengan tim sedang berjalan dengan cepat. Perekrutan ini sekaligus menegaskan ambisi besar skuad untuk terus melakukan ekspansi global demi mengejar ketertinggalan dari para rival terkuat mereka di kejuaraan.

Baca Juga Fortescue Zero Turunkan Duet Pembalap Inggris di Formula E GEN4

Langkah berani mendatangkan tenaga ahli dari luar negeri bukanlah yang pertama kali dilakukan oleh manajemen. Sebelumnya, mereka juga sukses merekrut mantan insinyur Ferrari Formula 1 asal Italia, Riccardo Corte, yang kini mengemban tugas penting sebagai insinyur balap untuk pembalap muda berbakat musim ini.

Pola adaptasi yang diterapkan oleh manajemen tampaknya konsisten, di mana Corte juga menghabiskan akhir pekan pertamanya sebagai pengamat di Adelaide tahun lalu sebelum resmi memulai tugas penuhnya pada putaran pembuka musim. Sementara itu di atas lintasan, akhir pekan di Sandown menyajikan dinamika tersendiri bagi para pembalap setelah sesi kualifikasi hari Sabtu pagi yang penuh drama.