Akhir pekan balap WorldSBK di Sirkuit Jerez menyajikan drama tersendiri bagi Iker Lecuona, yang secara mengejutkan mampu mengamankan posisi podium ketiga pada Race 1. Pembalap asal Spanyol tersebut mengakui bahwa dirinya merasa sangat beruntung bisa menyelamatkan motornya dari kecelakaan fatal setelah mengalami beberapa kali insiden kehilangan cengkeraman ban depan atau front-end slides yang hampir membuatnya tersungkur ke gravel.
Hasil ini sekaligus menandai posisi finis terburuk Lecuona sejak seri Australia, meskipun ia masih tetap mampu mengamankan tempat di podium di belakang Nicolo Bulega yang tampil sangat dominan dan Sam Lowes yang memperlihatkan performa kompetitif. Jalannya balapan sempat memunculkan kekhawatiran bagi garasi tim karena Lecuona sempat berada di bawah tekanan hebat dari Yari Montella setelah beberapa putaran awal yang krusial.
Perubahan setelan pada sesi FP3 sebelumnya sempat memberikan angin segar bagi Lecuona untuk menemukan ritme terbaiknya di atas lintasan Jerez. Namun, situasi berubah pelik ketika balapan utama dimulai di mana ia kehilangan kendali bagian depan sebanyak dua kali dalam kurun waktu beberapa putaran saja, yang kemudian membuka celah bagi para rival untuk mendekat dan melakukan tekanan psikologis di tikungan-tikungan teknis.
Dalam keterangan resminya kepada WorldSBK.com seusai balapan, Lecuona memberikan analisis mendalam mengenai jalannya lomba yang penuh ketegangan tersebut. Ia menjelaskan bahwa akhir pekan ini awalnya berjalan cukup rumit, meskipun tim telah menemukan solusi teknis pada sesi pagi hari, sebuah kesalahan kecil di tikungan delapan saat sesi kualifikasi sempat membuatnya kehilangan catatan waktu berharga yang krusial untuk posisi start yang lebih baik.
"Saya tahu ini adalah akhir pekan yang rumit bagi saya, tetapi pagi ini saya pikir kami menemukan sesuatu dan memang benar di kualifikasi saya membuat kesalahan kecil di tikungan delapan dan saya kehilangan satu sepersepuluh detik, itulah selisih waktu ke posisi dua," ujar Iker Lecuona kepada WorldSBK.com.
Lebih lanjut, Lecuona juga memberikan apresiasi kepada para pesaing utamanya yang tampil tanpa cela sepanjang jalannya balapan pembuka di Jerez ini. Ia secara terbuka mengakui dominasi mutlak yang ditunjukkan oleh Nicolo Bulega sejak sesi latihan bebas hari pertama, serta memuji determinasi tinggi yang diperlihatkan oleh Sam Lowes sebagai salah satu kompetitor terkuatnya di lintasan.
"Saya katakan pada hari Kamis atau kemarin bahwa Nicolo berada di planet lain saat ini, jadi fokusnya adalah menjadi yang kedua. Sam melakukan pekerjaan yang sangat jujur dan luar biasa. Saya tahu dari pagi ini bahwa dia adalah pesaing utama saya, bisa dikatakan begitu," tambahnya.
Insiden paling mendebarkan terjadi pada awal balapan ketika Lecuona hampir saja mengakhiri balapannya lebih cepat akibat kehilangan kendali ban depan secara drastis di tikungan sebelas. Berkat kombinasi insting, sedikit keberuntungan, dan perjuangan keras di atas sadbor, ia ajaibnya berhasil mempertahankan keseimbangan motor meski mengalami kerusakan pada pakaian balapnya akibat gesekan ekstrem dengan aspal.
Baca Juga Bulega Menang Race 1 WorldSBK Prancis yang Dihentikan Bendera Merah"Kemudian selama balapan, jujur saya tidak menyangka bahwa pada lap keempat saya hampir crash di tikungan sebelas. Saya tidak tahu mengapa saya bisa tetap di atas motor: baju balap saya robek, saya kehilangan bagian depan sepenuhnya dan saya tetap di atas motor, jadi saya tidak tahu mengapa, tetapi saya berada di atas motor," ungkap Lecuona mengenang detik-detik menegangkan tersebut.
Situasi pelik kembali terulang selang dua putaran kemudian di tikungan dua belas, di mana hilangnya traksi ban depan kembali terjadi dan kali ini dimanfaatkan dengan baik oleh Yari Montella untuk melakukan aksi penyalipannya. Kendati demikian, Lecuona menunjukkan catatan impresif di paruh kedua balapan berkat penggunaan ban depan kompon lebih keras yang membantunya mencatatkan waktu lap konsisten saat ban mulai mengalami keausan.
"Dua lap setelah itu saya kehilangan bagian depan di tikungan dua belas, saat itulah Yari mendahului saya. Jadi, ini adalah balapan yang sangat sulit di awal karena pada akhirnya, dengan ban bekas, saya adalah salah satu yang tercepat di lintasan, tetapi dengan ban baru saya terlalu banyak berjuang, bahkan berkendara dengan lembut dan berkendara hanya untuk menghemat ban saya tidak bisa melakukannya. Ini adalah sesuatu yang perlu saya pahami mengapa. Saya frustrasi," jelasnya secara blak-blakan.
Menghadapi prediksi cuaca yang tidak bersahabat dengan potensi hujan deras untuk balapan hari Minggu, Lecuona justru memilih pendekatan yang sangat konservatif tanpa memasang target muluk-muluk di atas lintasan basah. Prioritas utamanya kini adalah merampungkan seri pemungkas musim ini dalam keadaan selamat bersama tim, keluarga, dan para pendukung setianya.
"Lintasan sangat rumit dan jika hujan turun, jujur target saya adalah menyelesaikan akhir pekan tanpa kecelakaan. Tahun ini hampir berakhir, jadi bagi saya besok adalah tentang tetap aman, menyelesaikan balapan, menikmati musim yang luar biasa ini bersama tim, keluarga, teman-teman, dan selesai," tutup Lecuona.

Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!