Pandeglang, Nusantara Media - Di tengah musibah banjir yang melanda wilayah Kabupaten Pandeglang, Banten, muncul kisah inspiratif yang menunjukkan semangat gotong royong masyarakat. Kepala Desa Idaman, Kecamatan Patia, Ilman, bersama tokoh masyarakat setempat, nekat mengantar seorang anak untuk menjalani khitanan (sunat) dengan menerjang arus banjir Sungai Cilemer menuju Desa Surianen. Aksi ekstrem ini dilakukan untuk mencapai tempat mantri sunat di tengah kondisi banjir yang masih tinggi,
Banjir yang disebabkan luapan Sungai Cilemer ini telah merendam ratusan rumah di Desa Idaman sejak awal Januari 2026. Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pandeglang, setidaknya 427 kepala keluarga (KK) atau sekitar 1.281 jiwa terdampak, dengan ketinggian air mencapai 85 cm di beberapa kampung seperti Kampung Tajur, Karang Tengah, Sindang Rahayu, dan Tongkol Cipariuk. Curah hujan tinggi yang terus-menerus sejak akhir Desember 2025 menjadi pemicu utama, membuat akses jalan terputus dan aktivitas warga terganggu.
Menurut Kepala Desa Ilman, banjir ini dipicu oleh banyaknya aliran sungai yang bermuara di Desa Idaman, termasuk dari wilayah Lebak dan sekitarnya. "Kami membutuhkan penanganan jangka panjang untuk mencegah banjir berulang," ujar Ilman dalam pernyataannya. Meski demikian, di tengah krisis, masyarakat tetap menjaga tradisi dan kewajiban sosial. Kisah pengantaran khitanan ini menjadi contoh nyata, di mana Ilman dan tokoh masyarakat menggunakan perahu darurat untuk melintasi sungai yang deras, memastikan anak tersebut bisa menjalani sunat di tempat mantri di Desa Surianen.
Aksi ini bukan yang pertama kali menunjukkan keberanian warga setempat. Sebelumnya, tim desa juga telah mengevakuasi warga, termasuk kasus dramatis seperti membantu ibu hamil yang hendak melahirkan menggunakan perahu. Banjir yang mencapai puncaknya pada pertengahan Januari membuat debit air naik drastis, memaksa ratusan warga mengungsi ke mushola dan tempat aman lainnya.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!