Ketegangan internal yang sempat melanda garasi Ferrari akhirnya resmi berakhir setelah Lewis Hamilton dan rekan setimnya duduk bersama untuk menyelesaikan perbedaan pendapat di Sao Paulo. Hubungan antara kedua pembalap sempat memanas menyusul insiden sengit yang terjadi pada balapan Formula 1 Grand Prix Meksiko beberapa waktu lalu, yang membuat peluang kemenangan melayang dari tangan tim berlogo Kuda Jingkrak tersebut.

Perselisihan tersebut bermula dari manuver agresif di lap pembuka di Meksiko, di mana Hamilton merasa dirugikan oleh cara membalap rekan setimnya yang membuatnya kehilangan kesempatan meraih podium tertinggi yang akhirnya jatuh ke tangan Max Verstappen. Namun, peraih tujuh gelar juara dunia Formula 1 tersebut menegaskan bahwa penyelesaian masalah ini sepenuhnya dilakukan secara mandiri oleh kedua pembalap tanpa harus melibatkan intervensi langsung dari Prinsipal Tim Frederic Vasseur.

'Maksud saya, Fred belum menjernihkan suasana dalam artian antara saya dan Charles,' ujar Hamilton saat berbicara kepada Sky Sports usai sesi kualifikasi di Sao Paulo. 'Kami duduk dan berbicara serta telah meredakannya dan kami terus melangkah maju. Saya pikir kami masih memiliki rasa hormat yang sangat besar satu sama lain. Dan saya senang kami bisa mengobrol. Sekarang kami melanjutkan semuanya berjalan normal seperti biasa. Jadi terkadang dalam skenario seperti itu hanya perlu melakukan percakapan dan tidak ada tuntutan dari kedua belah pihak.'

- Advertisement -
Advertisement

Sebelum pertemuan empat mata tersebut dilangsungkan, tensi sempat meningkat ketika dalam sesi konferensi pers hari Kamis, Hamilton secara terbuka menegaskan pandangannya bahwa Leclerc membalapnya jauh lebih keras dibandingkan pembalap-pembalap lain di grid. Kendati demikian, setelah dialog terbuka terjadi, suasana di dalam tim kembali kondusif dan kedua pembalap siap menatap sisa seri balapan musim ini dengan fokus penuh untuk saling mendukung di atas lintasan.

'Ini hanya tentang kedua belah pihak memberikan pandangan kami dan area-area yang dapat kami lakukan dengan lebih baik dan saling mendukung. Jadi saya berharap untuk menjalani balapan yang lebih baik ke depannya,' tambah pembalap asal Inggris tersebut mengenai hasil diskusi internal yang konstruktif.

Sementara itu, Charles Leclerc turut mengonfirmasi bahwa konflik di antara mereka telah sepenuhnya mereda dan hubungan kerja sama mereka kembali berada di jalur yang benar. Menurut pembalap asal Monako tersebut, komunikasi langsung adalah kunci utama untuk meredam ketegangan emosional yang kerap muncul di tengah persaingan ketat level tertinggi kejuaraan dunia balap mobil bergengsi ini.

Baca Juga Toto Wolff Puji Kebangkitan Red Bull dan Waspadai Max Verstappen

'Ya, tentu saja,' jawab Leclerc ketika ditanya apakah hubungannya dengan sang rekan setim telah kembali membaik. 'Saya sangat percaya bahwa ketika kita berbicara, situasinya akan jauh lebih baik seketika. Tentu saja ada ketegangan, tentu saja kami ingin finis di depan satu sama lain dan terkadang kami tidak akan melakukan hal dengan benar. Dan tidak apa-apa terkadang untuk tidak sependapat mengenai cara Anda melihat sesuatu. Tetapi pada saat bersamaan, berdiskusi mengenai hal tersebut sangat membantu.'

Lewis Hamilton dan Charles Leclerc

Leclerc juga menegaskan bahwa dirinya bersikap sangat jujur dan apa adanya selama sesi diskusi tersebut berlangsung guna memastikan tidak ada ganjalan psikologis yang tersisa di antara mereka. Pendekatan transparan ini dinilai sangat krusial bagi tim pabrikan asal Maranello dalam menjaga keharmonisan sekaligus memaksimalkan potensi performa mobil di sisa kalender balap musim ini.

'Dari sudut pandang saya, saya sangat berterus terang tentu saja dan saya pikir itu bagus untuk berbicara. Saya pikir ini selalu diperlukan setelah momen seperti ini,' pungkas Leclerc menutup pembicaraan mengenai dinamika internal tim.