Banten, Nusantara Media – Gunung Anak Krakatau di Lampung Selatan, Lampung, terus menunjukkan aktivitas vulkanik yang perlu diwaspadai. Berdasarkan laporan resmi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), periode pengamatan pada 6 Januari 2026 pukul 00:00 hingga 24:00 WIB mencatat kondisi stabil namun dengan tanda-tanda kegiatan internal. Laporan ini disusun oleh Anggi Nuryo Saputro, A.Md., dari Pos Pengamatan Gunungapi Anak Krakatau, dengan sumber data dari KESDM, Badan Geologi, dan PVMBG.

Visual pengamatan menunjukkan gunung jelas hingga tertutup kabut level 0-III, dengan asap kawah berwarna putih intensitas tipis setinggi 5-10 meter di atas puncak kawah. Dari segi kegempaan, tercatat tremor menerus (microtremor) dengan amplitudo 1-5 mm, dominan 1 mm. Kondisi meteorologi mendukung pengamatan, dengan cuaca berawan, angin lemah ke arah timur laut, timur, dan barat daya, suhu udara 24.2-29.3 °C, serta kelembaban 76-95%. Ombak laut juga tenang hingga sedang, tanpa gangguan signifikan.

Pengamatan dilakukan sepanjang hari pada 6 Januari 2026 di Gunung Anak Krakatau yang berada pada ketinggian 157 mdpl di Lampung Selatan. Siapa yang melaporkan? PVMBG sebagai otoritas utama dalam pemantauan gunung api di Indonesia. Mengapa hal ini penting? Status Level II (Waspada) menandakan potensi bahaya erupsi kecil, sehingga masyarakat perlu menjaga jarak untuk menghindari risiko. 

Laporan ini sejalan dengan pemantauan rutin PVMBG untuk memastikan keselamatan wilayah sekitar Selat Sunda, yang historically rentan terhadap aktivitas Anak Krakatau sebagai anak gunung dari Krakatau legendaris. Meski tidak ada erupsi besar, tremor menerus menunjukkan adanya aktivitas magma di bawah permukaan, sehingga kewaspadaan tetap diperlukan.