Banten, Nusantara Media – Gunung Anak Krakatau yang terletak di perairan Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung, masih berada pada status Level II (Waspada) berdasarkan laporan resmi Pos Pengamatan periode 9 Januari 2026 pukul 00.00–24.00 WIB.

Menurut laporan yang disusun oleh Deny Mardiono, A.Md., pengamatan visual menunjukkan gunung jelas hingga kabut tingkat 0-III, namun asap kawah tidak teramati sama sekali. Kondisi ini berbeda dengan beberapa hari sebelumnya di awal Januari 2026 yang kadang masih mencatat asap tipis.

Kondisi meteorologi di sekitar gunung berawan, mendung, hingga hujan dengan angin lemah bertiup ke arah timur dan selatan. Suhu udara berkisar 24–29,3 °C, kelembaban udara tinggi 73–98 %, serta curah hujan mencapai 21,8 mm/hari. Ombak laut dilaporkan sedang.

Pada sisi kegempaan, terekam satu gempa tektonik jauh dengan amplitudo 15 mm, S-P 20 detik, dan durasi 43 detik. Yang paling menonjol adalah tremor menerus (microtremor) dengan amplitudo 0,5–5 mm (dominan 1 mm), mengindikasikan aktivitas internal gunung masih berlangsung meski tidak ada erupsi atau hembusan signifikan.

rekomendasinya: Masyarakat, pengunjung, wisatawan, serta pendaki dilarang mendekati gunung atau beraktivitas dalam radius 2 km dari kawah aktif untuk menghindari risiko lontaran material atau perubahan mendadak.

Status Level II (Waspada) ini telah berlangsung sejak beberapa tahun terakhir setelah penurunan dari level lebih tinggi pasca-erupsi signifikan terakhir pada Desember 2023. PVMBG terus memantau melalui Pos Pengamatan di Pasauran (Banten) dan Hargopancuran (Lampung).

 
Pihak berwenang mengimbau nelayan, wisatawan, dan masyarakat pesisir Selat Sunda untuk selalu mengikuti update resmi dari PVMBG melalui aplikasi Magma Indonesia atau situs resmi, serta tidak mengabaikan peringatan radius aman 2 km.