Musim kompetisi World Rally Championship (WRC) baru saja merampungkan rangkaian serinya, namun awan mendung ketidakpastian kini tengah menggelayuti garasi Hyundai. Di tengah penutupan era Rally1 yang menyisakan catatan beragam, situasi internal tim asal Korea Selatan tersebut belum juga menemui titik terang terkait komposisi pebalap untuk musim mendatang. Situasi pelik ini berdampak langsung pada para kru di dalam kokpit, termasuk navigator Martijn Wydaeghe yang mendampingi pereli utama Thierry Neuville sepanjang musim penuh tantangan ini.
Hasil yang diraih oleh pasangan asal Belgia tersebut sepanjang tahun sering kali berada di bawah ekspektasi awal tim. Meskipun demikian, musim mereka ditutup dengan secercah catatan positif ketika keduanya berhasil mencatatkan waktu tercepat di Power Stage Rally Sardinia. Kendati demikian, pencapaian tersebut tidak mampu menutupi hasil keseluruhan yang kurang memuaskan, di mana mereka harus puas finis di posisi ke-15 secara keseluruhan setelah menghadapi berbagai kendala teknis dan rintangan di lintasan yang berat.
Dalam wawancara eksklusif dengan saluran berita Belgia RFTB, Martijn Wydaeghe secara terbuka mengungkapkan perasaan campur aduk yang ia rasakan setelah musim kompetisi resmi berakhir. Ia tidak menampik ada rasa kelegaan karena tekanan kompetisi telah usai, namun di sisi lain, kecintaan mendalam pada pekerjaannya membuat perpisahan dengan musim ini terasa berat. Berakhirnya era regulasi Rally1 juga menjadi momen emosional tersendiri, meskipun mereka sempat berusaha menutupnya dengan gaya terbaik di Sardinia.
"Saya tidak akan bilang saya sepenuhnya senang musim ini sudah berakhir, karena saya menikmati pekerjaan saya. Tapi mungkin saya lega karena ini benar-benar bukan tahun kami dalam hal hasil," ujar Wydaeghe kepada RFTB. Ia menambahkan bahwa perasaan emosional yang hadir di penghujung musim ini sangat kompleks hingga dirinya sendiri sulit membedakan apakah itu adalah emosi yang bernada positif atau negatif.
Ketidakpastian semakin diperparah karena hingga saat ini manajemen Hyundai belum memberikan pengumuman resmi apa pun mengenai rencana keikutsertaan mereka serta susunan skuad untuk musim depan. Bagi Wydaeghe, situasi tanpa kejelasan ini lambat laun mulai memicu kekhawatiran yang nyata. Meskipun ia sempat mencoba mengabaikan pikiran-pikiran negatif tersebut selama beberapa pekan terakhir, kenyataan di lapangan sama sekali tidak mudah untuk dihadapi begitu saja.
Baca Juga Kris Meeke Kembali Jajal Mobil Rally2 Hyundai di Finlandia"Semakin lama semakin membuat khawatir. Saya telah mencoba mengeluarkannya dari pikiran saya selama beberapa minggu terakhir, tetapi saya harus akui itu tidak mudah. Tim juga sedang menunggu beberapa berita, sama seperti kami. Kita lihat saja apa yang akan dikatakan kepada kami dalam beberapa minggu mendatang," ungkap sang co-driver dengan nada cemas. Ia bahkan secara blak-blakan menegaskan bahwa dirinya kini tidak lagi memiliki pekerjaan setelah reli di Sardinia rampung.
Di sisi lain, pereli andalan Thierry Neuville sempat melontarkan wacana bahwa musim depan bisa menjadi saat yang tepat untuk mengambil waktu sejenak guna bernapas. Salah satu opsi yang tengah dipertimbangkan adalah menjalani program paruh waktu demi mengembalikan motivasi penuh sebelum kembali tampil secara penuh di ajang WRC pada masa mendatang. Perbedaan situasi antara dirinya dan sang pereli utama tentu menjadi dinamika tersendiri yang harus dihadapi oleh tim.
Menanggapi wacana tersebut, Wydaeghe memahami perbedaan pengalaman yang mereka miliki di level tertinggi reli dunia. Baginya yang baru menjalani enam musim penuh bersama Neuville, hasrat dan antusiasme untuk terus membalap masih membara sangat tinggi. Namun ia tetap realistis bahwa keputusan akhir sepenuhnya berada di tangan manajemen tim dan sang pereli utama, sebelum akhirnya berdampak langsung pada kelanjutan kariernya di dunia reli profesional.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!