Presiden FIA Mohammed Ben Sulayem menegaskan keyakinannya bahwa seri penutup kejuaraan dunia Formula 1 di Qatar dan Uni Emirat Arab akan tetap berlangsung sesuai jadwal, di tengah dinamika geopolitik yang memanas di kawasan Timur Tengah. Isu keamanan sempat menghantui setelah sejumlah ketegangan melibatkan berbagai pihak di kawasan tersebut, yang sebelumnya turut berdampak pada kalender balap dunia lainnya.
Situasi keamanan regional sempat memicu spekulasi mengenai masa depan balapan penutup musim ini. Konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran sebelumnya menyebabkan pembatalan sejumlah agenda balap di kawasan Teluk, sementara gangguan jalur maritim dan insiden keamanan di sekitar kawasan minyak turut menjadi sorotan. Kedekatan geografis Qatar dan Abu Dhabi dengan zona ketegangan sempat memunculkan opsi cadangan dari pihak manajemen Formula 1 untuk mengalihkan seri pemungkas ke sirkuit Eropa.
Kendati demikian, CEO Formula 1 Stefano Domenicali sempat menyatakan bahwa mempertahankan kedua balapan di Timur Tengah tetap menjadi prioritas utama atau Plan A. Pembicaraan mengenai potensi pembatalan berangsur mereda dalam beberapa pekan terakhir, seiring sinyal positif dari otoritas olahraga, termasuk kepastian bahwa ajang balap roda dua MotoGP di Qatar juga dijadwalkan tetap bergulir pada bulan November mendatang.
Dalam keterangan eksklusif kepada media termasuk Motorsport.com, Mohammed Ben Sulayem mengungkapkan bahwa dirinya merasa aman berada di kawasan tersebut. Ia bahkan menegaskan tidak akan menempatkan keluarganya di Uni Emirat Arab jika situasi dinilai membahayakan, seraya membandingkan kondisi riil di lapangan dengan pemberitaan media global.
"Mereka baik-baik saja. Satu hal yang ingin saya katakan, anak-anak saya ada di sana — apakah Anda pikir saya akan membiarkan mereka di sana, dan saya berada di sini sekarang bersama Anda?" ujar Mohammed Ben Sulayem.
Baca Juga Lando Norris Lolos dari Hukuman Usai Insiden GP Singapura"Anda harus bersikap rasional dalam hal ini dan bertanya, 'apakah kita akan menghadapi masalah?' Apa yang Anda baca di media sebenarnya berbeda dengan apa yang kami miliki di sana. Anda tahu, kami membaca dan melihat televisi, kami tidak benar-benar mengalami hal itu. Jika tidak, mengapa saya akan tinggal di sana, Anda tahu? Mengapa saya harus meninggalkan keluarga saya?"
Meski demikian, pimpinan tertinggi federasi otomotif internasional tersebut mengakui bahwa dinamika global sulit diprediksi sepenuhnya secara jangka panjang. Namun, hingga saat ini, tidak ada indikasi yang mengharuskan pembatalan, sehingga persiapan logistik dan teknis untuk menyambut para pembalap seperti Max Verstappen dan tim-tim peserta terus berjalan normal.
"Tetapi apakah ini berarti tidak akan terjadi apa-apa? Saya tidak dapat mempredksinya dengan pasti. Saya hanya dapat memberitahu Anda hari ini bahwa tidak ada masalah dan kedua balapan tersebut akan tetap terlaksana," pungkasnya.

Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!