Akhir pekan Interlagos mendadak berubah menjadi tantangan maha berat bagi Ferrari setelah tim mengambil keputusan taktis yang sangat berisiko. Menghadapi potensi cuaca buruk berupa hujan deras yang diprediksi akan mengguyur lintasan, pabrikan asal Maranello tersebut secara resmi memutuskan untuk mengganti komponen mesin pembakaran internal atau ICE pada kedua mobil balap mereka. Langkah radikal ini langsung dikonfirmasi melalui dokumen resmi yang dirilis oleh Federasi Automobil Internasional atau FIA menjelang sesi latihan bebas ketiga.
Berdasarkan pengumuman resmi tersebut, baik Charles Leclerc maupun rekan setimnya dipastikan harus menerima kenyataan pahit berupa hukuman mundur 10 posisi di garis start. Penalti grid ini akan diakumulasikan dari hasil akhir sesi kualifikasi yang berlangsung sengit. Keputusan krusial ini diambil karena kedua pembalap andalan tim Kuda Jingkrak tersebut terpaksa menggunakan komponen power unit kelima mereka musim ini, yang otomatis telah melewati batas regulasi reguler sebanyak empat buah per musim.
Dilansir dari FormulaPassion, langkah strategis yang ditempuh Ferrari ini memicu perhatian besar di paddock karena mereka dengan sengaja memilih untuk menjatuhkan sanksi penalti kepada kedua mobil secara bersamaan di satu Grand Prix yang sama. Konsekuensinya, kedua pembalap andalan mereka dipastikan harus bekerja ekstra keras merangsek naik dari barisan tengah. Situasi ini tentu menghadirkan dinamika tersendiri di dalam garasi tim, mengingat memori panasnya duel di antara keduanya pada putaran pembuka di Grand Prix Kota Meksiko sebelumnya masih hangat diperbincangkan publik.
Pihak manajemen tim tentu berharap insiden sengit di masa lalu tidak terulang kembali ketika kedua pembalap harus bahu-membahu menembus kerumunan mobil di lini tengah. Keputusan memasang mesin baru ini sejatinya didasari oleh kalkulasi matang demi mengantisipasi keandalan mesin di tengah kondisi cuaca yang sulit ditebak. Namun di sisi lain, strategi all-in ini mempersempit ruang kesalahan mereka dalam memburu hasil maksimal di sesi balapan utama akhir pekan ini.
Baca Juga Persiapan GP Sao Paulo F1: Menanti Aksi Sengit di InterlagosSituasi pelik yang dialami kubu merah ini semakin meramaikan daftar pembalap yang harus menderita sanksi di grid start. Selain kedua pembalap skuad Maranello, sejumlah nama besar seperti George Russell juga harus rela mundur lima posisi, disusul oleh Sergio Perez serta Max Verstappen. Khusus untuk nama terakhir, perjuangan dipastikan jauh lebih berat karena sang juara bertahan asal Belanda tersebut harus memulai lomba dari posisi paling buncit akibat penggantian seluruh komponen power unit secara menyeluruh pada kendaraannya.
Dengan padatnya barisan pembalap yang terkena penalti di Interlagos, jalannya balapan akhir pekan ini diprediksi bakal menyajikan drama tersendiri sejak lampu start padam. Strategi pemilihan ban, ketepatan membaca cuaca, serta kapasitas teknis mobil di lintasan basah akan menjadi penentu utama. Bagi Ferrari, perjudian besar komponen mesin ini kini tinggal menunggu pembuktian di atas aspal lintasan apakah berbuah manis atau justru menjadi bumerang dalam ambisi mereka mendulang poin penting.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!