Pembalap Trackhouse Aprilia, Raul Fernandez, datang ke Aragon dengan percaya diri tinggi setelah kemenangan fantastis di Silverstone. Kini, di hadapan publik sendiri, ia bertekad mengulang kesuksesan itu di sirkuit yang sangat ia sukai.

Lintasan Aragon yang berlawanan arah jarum jam memang punya tempat spesial di hati Fernandez. Kenangan manis terukir saat ia menjuarai balapan Moto2 di sirkuit ini, bahkan hanya lima hari setelah menjalani operasi. "Aragon istimewa bagi saya. Saya punya kenangan indah dari Moto2. Lima hari sebelum balapan, saya menjalani operasi, lalu saya menang. Sirkuit ini sangat saya nikmati," ujarnya.

Perbedaan utama Aragon dibanding Jerez atau Montmelo adalah dominasi tikungan kiri, sesuatu yang sangat membantu gaya balap Fernandez. Namun, ia enggan terbawa euforia. "Kami juga harus tetap membumi," katanya, mengingatkan bahwa tantangan berat sudah menanti.

- Advertisement -
Advertisement

Fernandez mewaspadai tiga rival senegara yang dinilainya "super kompetitif". Marc Marquez, Jorge Martin, dan Pedro Acosta dipastikan akan menjadi lawan tangguh di Aragon. "Level pembalap Spanyol di Aragon sangat tinggi, kami harus bekerja keras dan melangkah selangkah demi selangkah," tambahnya.

Baca Juga Jorge Martin Kemungkinan Absen di German GP 2025

Marquez, dengan tujuh kemenangan grand prix di sirkuit ini dan empat kemenangan beruntun (Sprint dan GP) bersama Ducati, jelas ancaman terbesar. Sementara Martin memimpin klasemen bersama Aprilia, dan Acosta menjadi pembalap non-Ducati terbaik dengan finis keempat musim lalu.

Meski sadar Aragon bukan trek terbaik untuk Aprilia, Fernandez punya strategi. "Kuncinya adalah mempersiapkan diri dengan baik di lintasan lurus utama dan percaya diri dengan bagian depan motor," jelasnya. Saat ini, Fernandez menempati posisi keenam klasemen, tertinggal 56 poin dari Martin.