Aksi Fabio Di Giannantonio dalam balapan Sprint MotoGP Malaysia di Sirkuit Sepang harus diwarnai oleh sebuah kendala teknis misterius yang membatasi ruang geraknya. Meskipun berhasil mengamankan posisi finis kelima yang cukup kompetitif setelah memulai balapan dari grid keenam, sang pembalap mengakui bahwa ada faktor tak kasat mata yang menghalanginya untuk mengerahkan kemampuan terbaik di atas lintasan sepanjang sepuluh putaran tersebut.

Pembalap asal Italia yang memperkuat VR46 Racing Team ini sebenarnya merasa sangat puas dengan performa dasar kuda besinya. Berbicara kepada MotoGP.com usai balapan, ia menegaskan bahwa feeling terhadap motornya sudah berada di level yang sangat optimal dan merespons setiap instruksi dengan baik, namun situasi di luar kendali teknis utama justru menjadi batu sandungan yang signifikan.

"Saya benar-benar senang dengan feeling pada motor, jujur saja," ungkap Di Giannantonio kepada media. "Dalam balapan, saya memahami bahwa feeling-nya sangat bagus dan motor melakukan apa yang harus dilakukannya. Jadi, kami memiliki motor yang benar-benar hebat. Sayang sekali kami memiliki hal-hal lain yang tidak memungkinkan kami, saat ini, untuk benar-benar menunjukkan potensi penuh."

- Advertisement -
Advertisement

Lebih lanjut, pembalap bernomor punggung tersebut juga memberikan analisis mendalam mengenai peta persaingan di barisan depan. Ia menyoroti performa impresif dari para pembalap keluarga Marquez, di mana ia menilai bahwa Marc Marquez dan saudaranya memiliki keunggulan kecepatan balap yang sulit dikejar, sementara insiden yang menimpa pembalap lain turut memengaruhi dinamika jalannya lomba Sprint yang ketat ini.

Baca Juga Jorge Martin Bidik Comeback Ajaib di Sepang Usai Cedera

Selain masalah performa motor, Di Giannantonio turut menyoroti kondisi permukaan lintasan Sirkuit Sepang yang dinilainya masih jauh dari kata ideal. Mengonfirmasi keluhannya sejak hari Jumat, ia menyebut karakter trek yang dipenuhi banyak lubang dan batu-batu kecil sangat mengganggu kenyamanan serta keselamatan para pembalap selama memacu motor dengan kecepatan tinggi.

"Anda mendapatkan banyak batu kecil yang mengenai Anda," keluh Di Giannantonio setelah sesi Sprint, ketika berbicara kepada Sky Sport Italy. "Mereka telah membersihkannya tetapi permukaannya tidak mulus, ada banyak kerikil." Menatap sesi Grand Prix utama esok hari, ia dijadwalkan kembali start dari posisi keenam sebelum seluruh rombongan paddock MotoGP bersiap melakukan perjalanan menuju Lusail untuk seri penutup musim.