Persiapan Charles Leclerc menjelang Grand Prix Singapura akhir pekan lalu diwarnai oleh sebuah insiden yang tidak biasa di luar lintasan balap. Perjalanan rutin sang pembalap Ferrari dari Malaysia menuju Singapura mendadak menemui jalan buntu setelah pesawat pribadi yang ditumpanginya gagal menyelesaikan penerbangan singkat tersebut dan terpaksa harus kembali berputar arah ke wilayah Malaysia.
Jarak antara Kuala Lumpur dan Singapura sebenarnya tergolong sangat dekat, yakni hanya terpaut sekitar 185 mil atau setara dengan waktu tempuh penerbangan di bawah satu jam. Bagi para pembalap Formula 1 yang memiliki mobilitas tinggi di antara seri balapan Asia, penggunaan jet pribadi sudah menjadi hal lumrah untuk memangkas waktu istirahat dan menjaga kebugaran fisik.
Namun, alih-alih mendarat dengan mulus di Bandara Seletar, pesawat yang membawa bintang asal Monako itu harus kembali ke Malaysia sebelum sempat menyentuh landasan di Singapura. Akibat kendala tersebut, sang pembalap andalan Tim Kuda Jingkrak mau tidak mau harus melanjutkan sisa perjalanan darat menggunakan mobil dengan estimasi waktu tempuh sekitar empat jam.
Media asal Italia, Il Mattino, melaporkan bahwa keterlambatan jadwal penerbangan membuat pesawat tersebut kehilangan slot waktu pendaratan yang telah ditentukan di bandara tujuan. Sementara itu, beberapa laporan lain menyebutkan bahwa pesawat sempat terkendala izin pendaratan, meski pihak Ferrari maupun Leclerc sendiri belum memberikan penjelasan resmi secara mendetail kepada publik.
Baca Juga Verstappen Bercanda Soal Kursi F1 untuk Robin RaikkonenLeclerc kemudian menceritakan secara langsung insiden tersebut dalam sebuah perbincangan dengan beIN Sports. Ia menjelaskan bagaimana situasi menegangkan itu terjadi sebelum dirinya akhirnya berhasil tiba di paddock sirkuit untuk memulai rangkaian akhir pekan balapan.
"Saya terlambat sekitar lima menit dari jadwal slot pendaratan yang tepat di Singapura, jadi saya harus mendarat di suatu tempat di Malaysia lalu mencari mobil untuk datang ke sini. Namun pada akhirnya saya berhasil tiba dan saya senang bisa berada di sini... hanya sedikit lebih lambat dari yang direncanakan," ujar Leclerc.
Di sisi lain, rival utamanya yakni Max Verstappen justru bernasib jauh lebih beruntung karena berhasil mendarat tepat waktu menggunakan jet pribadi miliknya sendiri. Menanggapi hal tersebut, Leclerc sempat melontarkan candaan ringan penuh senyum, "Beruntung sekali dia, beruntung sekali dia."
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!