Peta persaingan ajang balap formula usia dini mencapai klimaksnya ketika Kenzo Craigie sukses mengamankan gelar juara kejuaraan E4 dalam balapan penutup musim yang dramatis di Sirkuit Monza. Kesuksesan tersebut diraih sang pembalap muda dengan cara yang tidak biasa, menyusul insiden kecelakaan hebat yang nyaris menggagalkan ambisinya pada balapan kedua akhir pekan tersebut. Gelar juara akhirnya dipastikan setelah rekan setimnya di R-ace GP sekaligus sesama junior Mercedes-AMG F1, Andy Consani, secara sukarela memberikan posisinya pada lap terakhir balapan pamungkas.

Hasil finis di posisi ketiga pada balapan pemungkas sudah lebih dari cukup bagi sang junior Mercedes-AMG F1 untuk mengunci titel juara melalui keunggulan hitung jumlah kemenangan atas rival terdekatnya. Craigie mengumpulkan total empat kemenangan sepanjang musim, unggul tipis satu kemenangan atas pesaing terberatnya dari tim US Racing, Luka Sammalisto. Pembalap asal Finlandia tersebut harus rela melihat peluang meraih gelar ganda antara Formula 4 Italia dan E4 lepas di tangan dengan selisih poin yang sangat tipis di akhir musim.

Sebelum drama penentuan gelar tersebut terjadi, rangkaian balapan di Monza diwarnai oleh insiden-insiden krusial yang mengubah jalannya kompetisi secara drastis. Pada balapan pertama hari Minggu, pembalap US Racing Ary Bansal sukses keluar sebagai pemenang setelah insiden kontroversial menimpa pemimpin lomba sepanjang balapan, Augustus Toniolo dari tim Trident. Toniolo harus tersingkir pada dua lap menjelang finis akibat kecelakaan yang juga melibatkan Craigie, memberikan jalan bagi Bansal untuk mengambil alih pimpinan lomba hingga bendera finis dikibarkan di bawah bayang-bayang mobil keselamatan.

- Advertisement -
Advertisement

Jalannya balapan kedua akhir pekan tersebut benar-benar diuji oleh berbagai insiden yang mengharuskan race director menurunkan mobil keselamatan sebanyak empat kali. Craigie sempat mencoba melakukan manuver agresif untuk merebut pimpinan lomba dari Toniolo pada awal lap kedua, namun insiden di Tikungan Kedua memaksanya melebar dan turun ke posisi keempat. Ketegangan semakin memuncak ketika memasuki restart ketiga, di mana pembalap US Racing Noah Killion melakukan kesalahan pengerahan di tikungan yang sama dan menabrak bagian belakang mobil Craigie.

Baca Juga Mengapa Red Bull Punya Mesin Terbaik F1? Ini Temuan ADUO

Dampak dari hantaman tersebut membuat mobil Craigie tak terkendali dan menabrak langsung mobil Toniolo, sehingga kedua pembalap langsung tersingkir dari lintasan dan memicu kemunculan mobil keselamatan kembali. Atas insiden tersebut, Killion kemudian dijatuhi penalti waktu selama 25 detik oleh pengawas perlombaan karena dianggap menjadi penyebab utama kecelakaan. Sementara itu, Sammalisto berhasil memanfaatkan kekacauan di barisan depan untuk melesat naik ke posisi kedua di depan Iacopo Martinese yang melakukan aksi gemilang dari posisi start ke-17.

Memasuki balapan penentuan gelar ketiga, situasi klasemen semakin menipis setelah Sammalisto mendulang tambahan 26 poin sementara Craigie gagal meraih angka di balapan sebelumnya. Andy Consani sempat memimpin jalannya lomba selepas tikungan pertama dari posisi pole, namun Toniolo langsung memberikan tekanan ketat dan merebut pimpinan perlombaan di chicane Roggia. Pertarungan sengit lima pembalap terdepan yang melibatkan Toniolo, Sammalisto, Consani, Ludovico Busso, dan Craigie menyajikan tontonan kelas dunia bagi para penonton di sirkuit legendaris Italia tersebut.