Fabio Di Giannantonio tak setuju dengan narasi yang membagi sirkuit MotoGP menjadi "trek Aprilia" atau "trek Ducati". Ia menilai performa Marc Marquez akhir-akhir ini justru membungkam teori tersebut.
Pembalap VR46 itu mengakui bahwa karakter sirkuit memang bisa menguntungkan salah satu pabrikan. Aprilia RS-GP dikenal kuat di tikungan cepat dan mengalir, sementara Ducati GP26 lebih bersinar di lintasan stop-and-go. Namun, menurutnya, faktor pembalap tetap yang paling menentukan.
"Menurut saya, mencari trek yang menguntungkan Ducati atau Aprilia adalah hal yang sangat menarik bagi Anda para jurnalis, seperti dulu saya mendengar orang berbicara tentang 'trek Honda' atau 'trek Yamaha'," ujar Di Giannantonio, yang mengendarai GP26 spek pabrikan sama seperti Marquez.
"Ada pembalap luar biasa di kedua pabrikan, dan siapa yang melakukan pekerjaan terbaik akan menang. Itulah kenyataannya. Aprilia melakukan pekerjaan hebat dan meraih hasil bagus di beberapa trek, tapi faktanya Marquez membungkam semua orang. Semua tergantung bagaimana Anda bekerja pada motor."
Pernyataan ini muncul di tengah dominasi Marquez yang telah memenangkan lima dari tujuh grand prix terakhir. Konsistensi itu membuatnya kini berbagi posisi puncak klasemen dengan Jorge Martin. Sementara Di Giannantonio, yang sempat menjadi penantang gelap, justru gagal finis di podium sejak kemenangannya di Catalunya pada Mei lalu.
Baca Juga Marc Marquez Tercepat di FP1 MotoGP San Marino 2026, Bezzecchi MenempelDi Misano, ia harus puas finis ketujuh setelah start buruk yang menjatuhkannya ke posisi 10 di lap pertama. Meski demikian, ia tetap optimistis menyambut GP Austria akhir pekan ini. "Kami menunjukkan kecepatan bagus, sering kali sangat baik, di setiap trek. Sayangnya akhir pekan ini, karena menurut saya kami sudah melakukan semuanya dengan benar," jelasnya.
"Pada Sabtu, kami hampir masuk barisan depan di kualifikasi dan kemudian podium, dan pada Minggu, saya bisa memiliki balapan yang hebat. Kami akan tiba di Austria dengan mood negatif, tapi hanya karena serangkaian hal negatif menumpuk. Menurut saya, semangat harus tetap tinggi. Kami peringkat empat di kejuaraan dunia dan kami melakukan pekerjaan hebat. Jadi kami menuju Austria dengan semangat tinggi karena kami bisa tampil baik."
Dengan 51 poin tertinggal dari Marquez dan Martin, Di Giannantonio masih memiliki peluang matematis untuk bersaing. Namun, ia sadar bahwa konsistensi dan keberuntungan harus segera kembali jika ingin tetap dalam perburuan gelar. 
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!