Cilegon , Nusantara Media – Curah hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kota Cilegon, Provinsi Banten, sejak beberapa hari terakhir menyebabkan sejumlah kawasan di beberapa kecamatan terendam banjir.
Genangan air dilaporkan terjadi di sejumlah permukiman warga akibat meluapnya saluran drainase dan meningkatnya debit air sungai.
Banjir juga, mengakibatkan dua warga Kota Cilegon meninggal dunia, yakni seorang lansia berinisial SM usia 70 tahun, warga Lingkungan Sawah, Kelurahan Sukmajaya, Kecamatan Jombang, Kota Cilegon.
Korban SM, dilaporkan meninggal dunia usai terpleset ditengah banjir yang merendam wilayah tersebut, pada hari Sabtu malam tanggal 7 Maret 2026.
Kapolsek Cilegon Kota Kompol Firman Hamid membenarkan kejadian warga yang meninggal dunia ketika banjir.
"Iyah di Linkungan Sawah, inisialnya SM perempuan usia 70 tahun," kata Kompol Firman Hamid.
Ketua Rw setempat, Ade Sudrajat membenarkan ada warganya inisial SM meninggal dunia setelah terjatuh saat berusaha melihat rumahnya yang terendam banjir, pada Sabtu malam tanggal 7 Februari 2026.
Beberapa wilayah terdampak banjir di sejumlah permukiman padat penduduk, sehingga aktivitas warga sempat terganggu. Ketinggian air di beberapa titik dilaporkan bervariasi, mulai dari puluhan sentimeter hingga mencapai leher orang dewasa.
Tidak hanya permukiman warga, banjir juga dilaporkan merendam rumah Ketua DPRD Kota Cilegon Rizki Khairul Ichwan di kawasan Kluster Metro Garden dan merobohkan tembok rumah dinas Wali Kota Cilegon.
Petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cilegon bersama aparat terkait langsung turun ke lokasi untuk melakukan pemantauan serta membantu warga yang terdampak banjir.
Selain itu, petugas juga melakukan upaya normalisasi saluran air agar genangan dapat segera surut.
Pemerintah Kota Cilegon mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, mengingat kondisi cuaca dengan curah hujan tinggi masih berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan.
Warga juga diminta untuk menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan agar saluran air tidak tersumbat dan dapat mengurangi risiko terjadinya banjir.
Hingga saat ini, petugas masih terus melakukan pemantauan di sejumlah titik rawan banjir di wilayah Kota Cilegon.
Pemerintah daerah juga memastikan akan terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk menangani dampak banjir serta memberikan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!