Cal Crutchlow, yang menghabiskan enam seri MotoGP sebagai rekan setim Diogo Moreira, yakin rookie itu layak mendapat kursi pabrikan HRC untuk 2027. Menurutnya, keputusan itu 'no-brainer' alias tanpa perlu pikir panjang.

Meski Moreira dan pemenang balap Moto2, David Alonso, sama-sama memiliki kontrak dengan Honda untuk musim depan, pabrikan Jepang itu belum mengumumkan siapa yang akan mendampingi Fabio Quartararo di HRC dan siapa yang bergabung dengan Johann Zarco di LCR.

“Menurut saya, [Moreira] pantas berada di sana sebelum David Alonso,” kata Crutchlow dalam wawancara dengan world feed MotoGP di Aragon. “Dia sudah setahun menjalaninya. Dia secara rutin mengalahkan pembalap Honda lain, atau setidaknya mendekati, di tahun pertamanya sebagai rookie. Jadi, menurut saya ini benar-benar keputusan yang tidak perlu dipikir panjang.”

- Advertisement -
Advertisement

Crutchlow juga menambahkan bahwa jika Alonso ditempatkan di LCR, itu juga skenario yang sempurna. “Itu sama seperti yang dilakukan Diogo untuk berkembang di MotoGP. Motor-motor itu tidak berbeda, hanya tekanannya yang lebih kecil. Mungkin ada beberapa bagian yang berbeda, tapi semua pembalap ini punya kontrak pabrikan. Jadi sebenarnya tidak ada bedanya. Hanya soal status: membalap untuk tim pabrikan atau tim satelit. Tapi sekarang, di MotoGP, pada dasarnya setiap tim adalah tim pabrikan.”

Crutchlow, yang pensiun dari peran test rider Honda, sangat memuji kualitas Moreira. “Semua orang tahu bakat ketika melihatnya. Tapi ada perbedaan antara bakat dan kepala yang baik, dan dia punya keduanya. Saya suka dia. Dia anak yang hebat. Beri dia tiga tahun dan menurut saya dia akan mampu menjadi Juara Dunia MotoGP.”

Baca Juga Pecco Bagnaia Terjebak dengan GP25: Mengapa Tak Bisa Pakai GP24?

Dia juga mengungkapkan bahwa Moreira, yang rutin berlatih dengan Marc Marquez, menggunakan 'trik' pengereman yang mirip dengan juara dunia sembilan kali itu. “Di area pengereman, tidak diragukan lagi, dia kuat. Dan apa yang dia lakukan dengan motor di area pengereman, saya tidak bisa mengatakannya karena itu sedikit trik dan saya tidak ingin membocorkannya untuk dia! Tapi dia sangat mirip dengan cara Marc Marquez melakukannya. Saya mencoba melakukannya, dan itu setiap kali saya jatuh dan membenturkan kepala selama bertahun-tahun!”

Moreira sendiri finis sebagai pembalap Honda teratas di kedua balapan Aragon, dengan finis ketujuh di Sprint dan kesembilan di balapan utama. Performa itu memperkuat alasan mengapa ia layak dipromosikan ke tim pabrikan.