Insiden menegangkan terjadi pada putaran penutup balapan Formula 1 Grand Prix Brasil, di mana Charles Leclerc harus rela kehilangan posisi finisnya setelah diganjar penalti lima detik oleh pengawas balapan. Pembalap Scuderia Ferrari tersebut sejatinya mampu melakukan pemulihan luar biasa setelah memulai balapan dari posisi ke-14 yang sulit, hingga akhirnya berhasil merangsek naik dan melewati garis finis di tempat ketat kedelapan sebelum penalti resmi dijatuhkan.
Pertarungan sengit antara Leclerc dan Liam Lawson mencapai puncaknya pada lap-lap akhir di atas lintasan basah Sirkuit Interlagos. Leclerc, yang tampil jauh lebih kompetitif menggunakan ban intermediate pada stint terakhir, mencoba melancarkan serangan agresif. Namun manuver tersebut memicu kontak fisik yang tidak diinginkan pada apeks tikungan ke-12 Juncao, sebelum akhirnya pertarungan berlanjut hingga keluar dari kompleks Senna S di mana Leclerc berhasil mengamankan posisi.
Berdasarkan investigasi pascalomba, para pengawas balapan memutuskan bahwa kontak tersebut memberikan keuntungan tidak sportif bagi pembalap asal Monako itu. Dalam putusan resminya, pengawas balapan menyatakan bahwa meskipun kontak tergolong ringan dan Lawson mampu mempertahankan posisi sesaat, benturan tersebut terbukti merusak pelek roda belakang kiri mobil Lawson dan memudahkan Leclerc mendekati serta mendahuluinya beberapa tikungan berselang. Berdasarkan pedoman standar mengemudi, Lawson sebenarnya memiliki hak atas tikungan tersebut sehingga Leclerc dinilai gagal mengambil langkah pencegahan yang diperlukan untuk menghindari tabrakan.
Menanggapi keputusan tersebut, pihak pengawas balapan turut mempertimbangkan kondisi trek yang basah serta sifat kontak yang minor sebagai faktor peringanan. Alih-alih menjatuhkan hukuman sepuluh detik yang lebih berat, mereka menetapkan penalti waktu lima detik. Hukuman ini berdampak langsung pada perubahan posisi akhir, di mana Leclerc harus rela turun dari peringkat ketujuh ke posisi kedelapan, sementara Lawson mendapatkan promosi naik ke peringkat ketujuh klasemen balapan.
Baca Juga Dominasi Kimi Antonelli di FP2 GP Sao Paulo 2026Usai balapan, Liam Lawson melontarkan komentar menarik mengenai insiden tersebut dan membandingkannya dengan sejarah masa lalu rivalnya. Ia menyatakan bahwa situasi tersebut mengingatkannya pada aksi kontroversial serupa bertahun-tahun silam. Ia bahkan menyebutnya mirip dengan manuver GP2 Leclerc di Abu Dhabi pada masa lalu, dan berseloroh bahwa hal tersebut mungkin sudah menjadi keahlian sang pembalap, meskipun dirinya tetap mengakui pertarungan tersebut secara keseluruhan berlangsung cukup baik.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!