CEO Aprilia, Massimo Rivola, melontarkan kritik tajam terhadap cara kerja pengawas balapan FIM menyusul insiden tabrakan kontroversial yang melibatkan Marc Marquez dan Marco Bezzecchi pada balapan sprint Grand Prix Qatar. Insiden krusial tersebut terjadi di Tikungan 1 pada lap keempat hari Sabtu ketika kedua pebalap sedang terlibat duel ketat dalam memperebutkan posisi terdepan. Benturan keras itu mengakibatkan Bezzecchi harus tersingkir keluar lintasan dan gagal melanjutkan lomba, sementara rivalnya tetap mampu mengendalikan motor Ducati miliknya untuk meraih kemenangan sprint.

Kemenangan tersebut sekaligus melapangkan jalan bagi Marquez untuk mengunci gelar juara dunia pada balapan utama hari Minggu, sementara peluang Bezzecchi secara matematis nyaris tertutup sepenuhnya. Meskipun para pengawas balapan memutuskan bahwa insiden tersebut murni sebagai insiden balapan biasa atau racing incident, Massimo Rivola menegaskan bahwa pandangan pribadinya tidak mengalami perubahan sedikit pun sejak kejadian berlangsung hingga sehari setelahnya. Ia menilai penanganan oleh panel pengawas sangat mengecewakan dan mengabaikan dampak besar insiden tersebut terhadap persaingan perebutan gelar juara dunia musim ini.

Berbicara kepada awak media jelang balapan utama 22 lap pada Minggu malam, Rivola menyampaikan kekecewaannya yang mendalam. Pertama-tama, ia merasa kecewa karena Marco Bezzecchi sangat layak untuk tetap berada di dalam bursa perebutan gelar juara dunia hingga seri terakhir, mengingat konsistensi performa yang telah ditunjukkan sepanjang musim kompetisi. Setelah 24 jam berlalu, ia tetap memiliki pandangan yang persis sama seperti 24 detik pertama setelah insiden terjadi di atas lintasan Sirkuit Losail. Bagi dirinya, situasi di tikungan tersebut sebenarnya cukup mudah untuk dianalisis dan diadili secara obyektif oleh pihak berwenang.

- Advertisement -
Advertisement

Lebih lanjut, pimpinan tinggi pabrikan asal Noale tersebut berpendapat bahwa waktu memang bisa meredakan ketegangan, namun sudut pandang waktu juga krusial dalam menilai dampak insiden terhadap kejuaraan. Mengingat pengaruh besar insiden tersebut terhadap klasemen, ia meyakini bahwa kejadian itu layak mendapatkan analisis yang jauh lebih mendalam dan komprehensif. Pihak pengawas seharusnya meluangkan waktu setelah sesi sprint usai, memanggil dan mendengarkan keterangan dari kedua pebalap secara langsung sebelum menjatuhkan keputusan final, apakah itu berupa sanksi tegas atau keputusan tanpa tindakan lanjutan.

Baca Juga Netflix Dikabarkan Garap Film Aksi MotoGP Bertema Pencurian

Rivola juga menyoroti argumen mengenai siapa pihak yang sebenarnya paling harus disalahkan dalam insiden senggolan di tikungan tersebut. Ia balik bertanya kepada publik mengenai ruang gerak yang dimiliki oleh anak asuhnya saat insiden terjadi. Menurutnya, pertanyaan mendasar yang harus diajukan adalah apa yang sebenarnya bisa dilakukan oleh Bezzecchi secara berbeda dalam situasi sempit tersebut. Marc Marquez dinilai hanya melakukan gestur balap normalnya, namun faktanya ada pebalap lain yang sudah berada di jalur tersebut, sehingga arah pergerakan justru datang dari sisi yang berlawanan.