Pembalap Aprilia, Marco Bezzecchi dan Raul Fernandez, dengan tegas membantah bahwa pertemuan yang melibatkan keempat pembalap RS-GP di Phillip Island membahas tentang instruksi tim atau team orders dalam perebutan gelar juara dunia MotoGP. Spekulasi mengenai taktik tim ini sempat memanas menyusul hasil balapan sebelumnya di Mandalika, di mana pabrikan asal Noale tersebut tampil sangat mendominasi secara keseluruhan performa motor namun gagal memaksimalkan keunggulan poin bagi Jorge Martin atas rival terdekatnya dari kubu Ducati, Marc Marquez.
Pihak pabrikan sendiri sebelumnya telah secara terbuka menyatakan bahwa instruksi tim baru akan diberlakukan apabila para pembalap sudah secara matematis keluar dari persaingan perebutan gelar juara dunia. Skenario tersebut secara realistis baru mungkin terjadi pada Raul Fernandez setelah balapan akhir pekan ini. Kendati demikian, perdebatan tetap saja muncul di kalangan pengamat mengenai apakah taktik tersebut seharusnya sudah diterapkan lebih awal, terutama mengingat dominasi mutlak motor RS-GP di Indonesia yang sayangnya gagal dimanfaatkan untuk memperlebar jarak poin di klasemen sementara.
Dalam insiden balapan Sprint di Mandalika, ketegangan sempat terjadi ketika Marco Bezzecchi dan Raul Fernandez terlibat insiden senggolan di Tikungan 1. Sementara itu, Jorge Martin yang memimpin jalannya lomba harus merelakan posisi terdepan akibat kendala tekanan ban, sebelum akhirnya sebuah kesalahan kecil menjelang akhir balapan membuatnya harus puas finis di posisi keempat. Aprilia kemudian berhasil bangkit secara gemilang melalui sejarah sapu bersih posisi empat besar pada balapan Grand Prix hari Minggu, di mana Martin justru finis di posisi ketiga di belakang Marco Bezzecchi dan Raul Fernandez yang keluar sebagai runner-up.
Kondisi tersebut membuat Jorge Martin meninggalkan Indonesia dengan keunggulan poin yang tetap sama persis seperti saat ia datang, yakni hanya terpaut dua angka saja dari Marc Marquez. Mengingat Raul Fernandez saat ini sedang memulihkan diri dari cedera jari tangan—yang membuatnya tidak mampu memberikan perlawanan berarti setelah disusul, serta tertinggal lebih dari 100 poin di klasemen—sebagian pihak menilai bahwa pembalap tim satelit Trackhouse tersebut seharusnya bisa menyerahkan posisi kedua kepada sang pemimpin klasemen demi kepentingan perebutan gelar.
Ketika jurnalis MotoGP, Matt Birt, menanyakan apakah instruksi tim sempat dibahas dalam pertemuan pra-Phillip Island yang melibatkan seluruh empat pembalap Aprilia, Marco Bezzecchi memberikan jawaban yang lugas. Pembalap asal Italia tersebut menegaskan bahwa pertemuan tersebut sama sekali tidak membahas strategi tim atau team orders, melainkan sebuah diskusi rutin yang biasa dilakukan oleh para pembalap bersama tim Trackhouse untuk menyelaraskan data dan perkembangan motor RS-GP di lintasan balap.
“Tidak, maksud saya, itu hanyalah sebuah pertemuan normal. Kami selalu bekerja sama dengan tim Trackhouse Superfile. Aprilia selalu bekerja sama dengan mereka, dan pekerjaan mereka selalu sangat penting bagi kami,” ujar Marco Bezzecchi menjelaskan atmosfer pertemuan tersebut kepada media.
Lebih lanjut, pembalap bernomor referensi tersebut menambahkan bahwa agenda berkumpul di sela-sela kesibukan akhir pekan balapan adalah hal yang lumrah dilakukan untuk membahas berbagai situasi teknis di garasi. “Jadi adalah hal yang normal terkadang untuk memiliki kesempatan melakukan pertemuan dan Anda tahu, hanya mengobrol sedikit dan berdiskusi sedikit tentang semua situasi. Jadi, untuk saat ini, begitulah adanya,” imbuhnya secara mendalam mengenai dinamika internal kubu pabrikan Aprilia.
Baca Juga Marc Marquez Sebut Podium Sprint MotoGP Tidak ManusiawiMenanggapi pertanyaan yang sama dengan nada yang lebih santai, Raul Fernandez langsung meluruskan persepsi publik mengenai sifat dari pertemuan tersebut di paddock Phillip Island. Sambil berkelakar, pembalap asal Spanyol itu menegaskan bahwa pertemuan itu sama sekali bukanlah sebuah rapat formal yang membahas strategi balap yang rumit, melainkan sekadar momen melepas penat bersama rekan sesama penunggang mesin RS-GP di sela-sela jadwal yang padat.
“Itu bukan sebuah pertemuan, itu adalah secangkir kopi, bukan?!” ucap Raul Fernandez. Pernyataan jenaka tersebut langsung disetujui oleh rekan setimnya, di mana Marco Bezzecchi menambahkan sambil tersenyum, “Ya, itu adalah secangkir kopi. Dua atau tiga cangkir kopi!”
Menyongsong seri balapan akhir pekan ini di Phillip Island, memori manis tentu masih membersamai para punggawa Aprilia mengingat Marco Bezzecchi dan Raul Fernandez masing-masing sukses mengamankan kemenangan di sirkuit ikonik tersebut pada musim lalu, ketika para pesaing utama seperti Jorge Martin dan Marc Marquez absen akibat mengalami cedera. Motor RS-GP kembali dijagokan sebagai salah satu kuda besi paling kompetitif di lintasan cepat ini, meskipun faktor cuaca berupa potensi hujan lebat diprediksi bakal mengacak-acak peta kekuatan dan hasil akhir balapan secara keseluruhan.
Situasi klasemen sementara sendiri semakin mendekati fase krusial di mana Marco Bezzecchi saat ini masih tertinggal 46 poin di belakang Jorge Martin, dengan sisa maksimal 185 poin yang masih memperebutkan dari lima seri tersisa musim ini. Sementara itu, Ai Ogura berada di posisi yang lebih jauh dengan selisih 96 poin, dan Raul Fernandez tertinggal 119 poin. Seluruh rangkaian sesi latihan hingga balapan utama dipastikan akan menyuguhkan drama tingkat tinggi seiring ambisi besar Aprilia membuktikan kapasitas teknis motor mereka di paruh akhir musim kompetisi MotoGP.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!