Pembalap Ferrari tersebut secara terbuka mengakui bahwa ia mengambil keputusan yang keliru setelah mengabaikan instruksi dari pit wall pada balapan akhir pekan lalu. Insiden krusial tersebut terjadi ketika rezim Virtual Safety Car diberlakukan di Sirkuit Marina Bay, di mana dinding pit Ferrari telah memanggil kedua pembalapnya untuk masuk ke jalur pit, namun peraih tujuh gelar juara dunia tersebut memilih untuk tetap bertahan di atas lintasan.
Selepas balapan Grand Prix Singapura yang menguras tenaga, Lewis Hamilton sempat mengalami sedikit gangguan kesehatan sehingga tidak dapat menghadiri sesi media resmi pasca-balapan. Team Principal Ferrari, Frederic Vasseur, sempat menjelaskan kepada media bahwa pembalapnya tersebut melewatkan pintu masuk pit-lane, meskipun dari sudut pandang manajerial sangat jelas bahwa sang juara dunia asal Inggris itu ingin menjalankan strategi alternatifnya sendiri dengan keyakinan penuh akan keluar sebagai pemenang.
Melalui pernyataan resmi yang dirilis lewat akun media sosial pribadinya, pemenang Grand Prix terbanyak sepanjang sejarah Formula 1 itu menegaskan kembali bahwa dirinya memikul seluruh tanggung jawab atas keputusan taktis yang membuat posisinya merosot hingga finis di peringkat keenam. Kegagalan memaksimalkan potensi poin ini juga harus mengorbankan raihan penting bagi Scuderia Ferrari dalam perebutan klasemen Kejuaraan Konstruktor dunia musim ini.
Dalam keterangan tertulisnya, pembalap andalan tim Kuda Jingkrak tersebut menyampaikan evaluasi mendalam mengenai jalannya lomba. Ia menyatakan bahwa pada sirkuit jalan raya yang sangat sulit untuk melakukan aksi penyelipatan, seseorang terkadang harus mengambil risiko dengan mencoba sesuatu yang berbeda, namun pilihan strategi tersebut terbukti tidak membuahkan hasil manis yang diharapkan di akhir balapan.
Evaluasi menyeluruh ini dianggap sebagai sebuah pelajaran yang cukup menyakitkan untuk dicerna, namun ia tetap berbesar hati untuk mengambil alih seluruh konsekuensi dari keputusan yang dibuatnya di dalam kokpit. Menurutnya, dalam dunia balap level tertinggi, tidak semua pertaruhan taktik akan berakhir dengan sukses, dan kunci utamanya adalah keberanian mengakui kesalahan serta mencari cara terbaik untuk bangkit pada seri-seri berikutnya.
Baca Juga Netflix Rilis Trailer 'Schumacher '94', Kisah Gelar Perdana yang KontroversialLebih lanjut, ia juga menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada seluruh anggota kru tim Maranello atas kerja keras luar biasa yang ditunjukkan sepanjang akhir pekan lomba. Finis di posisi keenam dinilai sama sekali tidak mencerminkan kecepatan murni yang sebenarnya tersimpan di dalam paket mobil balap mereka, sehingga masih terdapat banyak aspek positif yang bisa dijadikan modal berharga untuk menatap sisa kalender balap musim ini.
Menutup pernyataannya, sang bintang utama turut menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para penggemar setia Formula 1 di Singapura atas dukungan energi luar biasa yang diberikan di sepanjang akhir pekan. Ia berjanji akan terus mendedikasikan diri secara penuh dan kembali bertarung di barisan depan pada seri balapan berikutnya demi membayar tuntas hasil kurang memuaskan di Marina Bay.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!