Kombinasi dari berbagai faktor teknis dan kondisi lintasan membuat mobil Formula 1 generasi Formula 1 tahun 2026 mencatatkan waktu yang sangat kompetitif, bahkan mendekati performa mobil era ground-effect pendahulunya di Sirkuit Autodromo Hermanos Rodriguez. Catatan waktu latihan bebas pertama yang ditorehkan oleh Charles Leclerc dengan raihan 1 menit 18,128 detik, terbukti lebih cepat 0,252 detik dibanding waktu tercepatnya pada sesi yang sama di GP Meksiko tahun lalu. Ini menjadi momen bersejarah di mana mobil spesifikasi regulasi baru tersebut mampu melampaui catatan waktu mobil tahun sebelumnya pada sesi FP1, setelah sebelumnya selalu tertinggal dua hingga tiga detik.

Lebih lanjut, pembalap asal Monako tersebut kembali tajam di lintasan pada sesi FP2 dengan mempertajam catatan waktunya menjadi 1 menit 17,827 detik. Meskipun catatan tersebut masih sedikit lebih lambat 0,435 detik dari benchmark yang dibukukan oleh Max Verstappen pada FP2 tahun lalu, progres ini melampaui ekspektasi awal para insinyur dan pemasok ban. Simulasi pra-akhir pekan dari Pirelli sebelumnya memproyeksikan angka 1 menit 17,0 detik sebagai potensi peraih pole position, namun melihat dinamika hari Jumat, angka tersebut diprediksi bakal jauh terlampaui.

Jika melihat perbandingan historis, pole position tahun lalu yang berada di angka 1 menit 15,586 detik terpaut sekitar 1,8 detik lebih cepat dari ritme FP2, sehingga estimasi posisi terdepan tahun ini diperkirakan akan menyentuh kisaran awal 1 menit 16 detik. Skenario ini diproyeksikan bakal menghasilkan selisih gap kualifikasi dalam kondisi kering paling tipis sepanjang musim 2026, mengalahkan rekor terdekat sebelumnya yang tercipta di Baku dengan selisih 1,409 detik.

- Advertisement -
Advertisement

Salah satu pemicu utama di balik kejutan performa ini adalah kondisi aspal baru serta tingkat grip lintasan yang mengalami peningkatan signifikan. Penyelenggara melakukan pengaspalan ulang secara parsial menjelang akhir pekan balapan 2026, mencakup area dari Tikungan 10 hingga Tikungan 1. Kepala Insinyur Pirelli, Simone Berra, mengakui bahwa faktor perbaikan permukaan aspal memberikan kontribusi positif terhadap traksi mobil meskipun bukan satu-satunya alasan utama.

Selain aspek pengaspalan ulang, Pirelli juga menyoroti kebersihan dan kematangan kondisi lintasan karena kontribusi dari banyaknya kategori balapan pendukung yang turun ke trek lebih awal untuk meletakkan lebih banyak lapisan karet. "Saya pikir bagian dari hasil ini adalah karena kondisi trek yang lebih baik dibandingkan tahun lalu, kami memiliki beberapa seri pendukung yang membantu," ungkap Simone Berra menjelaskan evolusi grip sirkuit yang terjadi secara masif sepanjang hari.

Baca Juga Penyebab Utama Kecelakaan Pecco Bagnaia di MotoGP Mandalika

Kendati demikian, faktor paling krusial yang mendasari tingginya kecepatan mobil anyar ini di Meksiko adalah karakter dataran tinggi yang tidak terlalu merugikan performa unit daya dan paket aerodinamika 2026. Mobil-mobil generasi baru ini memiliki total downforce yang lebih sedikit untuk hilang sejak awal, berbeda secara drastis dengan mobil-mobil era ground-effect sebelumnya yang sangat bergantung pada downforce masif.

Simone Berra menegaskan bahwa kondisi geografis dan ketinggian sirkuit justru memberikan keuntungan tersendiri bagi regulasi mobil tahun ini. "Kondisi dan ketinggian di sini berpihak pada mobil-mobil ini dibandingkan mobil lama. Mobil lama kehilangan lebih banyak downforce dibandingkan apa yang hilang dari generasi mobil ini. Selain itu, poin lainnya adalah mesin dapat mendorong lebih keras dibandingkan situasi normal atau kondisi permukaan laut, sehingga para pembalap dapat terus memacu mobil secara maksimal," pungkasnya.