Palembang, Nusantara Media- Ratusan wartawan yang bertugas di Kota Palembang menggelar aksi solidaritas di depan Markas Kepolisian Daerah atau Mapolda Sumatera Selatan pada Kamis, 15 Oktober 2026. Aksi turun ke jalan ini dilatarbelakangi oleh rasa keprihatinan yang mendalam serta kemarahan dari insan pers atas dugaan tindak kekerasan dan pemukulan yang menimpa dua orang jurnalis saat tengah menjalankan tugas peliputan di lapangan.
Kehadiran para kuli tinta di halaman Mapolda Sumsel bukan sekadar unjuk rasa biasa, melainkan bentuk desakan moral agar aparat penegak hukum menangani kasus kekerasan terhadap pekerja media secara serius, profesional, dan transparan. Para peserta aksi membentangkan berbagai poster berisikan kecaman terhadap aksi kekerasan, sekaligus menyuarakan pentingnya perlindungan hukum bagi setiap wartawan yang dilindungi oleh undang-undang dalam menyampaikan informasi kepada publik luas.
Tim Peliput
Dalam orasinya, para jurnalis menegaskan bahwa tindakan intimidasi maupun pemukulan terhadap pers merupakan ancaman nyata bagi pilar keempat demokrasi. Insan pers memiliki tanggung jawab moral dan konstitusional untuk menyajikan berita yang akurat kepada masyarakat, sehingga aspek keselamatan dan keamanan di lapangan harus menjadi jaminan mutlak yang diperhatikan oleh semua pihak, termasuk aparat penegak hukum.
Menanggapi gelombang protes tersebut, Kapolda Sumsel akhirnya turun langsung ke jalan untuk menemui para peserta aksi solidaritas. Kehadiran pimpinan tertinggi kepolisian daerah tersebut memberikan ruang bagi perwakilan wartawan untuk menyampaikan tuntutan secara langsung, meminta kepastian hukum, serta mendesak agar para pelaku pemukulan segera diidentifikasi dan diproses sesuai dengan hukum yang berlaku di Indonesia.
Baca Juga Polisi Tangkap Pelaku Penipuan Investasi Ternak Babi di Tangerang, Korban Rugi Rp400 JutaDi hadapan ratusan massa aksi, Kapolda secara terbuka menyampaikan komitmennya untuk menyelesaikan persoalan tersebut dengan cepat, tegas, dan terang benderang tanpa ada yang ditutup-tutupi. Janji ini disambut dengan penuh perhatian oleh para peserta aksi yang menuntut agar penegakan hukum berjalan objektif berdasarkan bukti-bukti akurat di lapangan.
Insan pers Sumatera Selatan berharap pernyataan tegas dari pucuk pimpinan kepolisian daerah ini dapat segera diwujudkan melalui langkah-langkah investigasi yang konkret. Mereka mendesak agar kronologi kejadian diungkap secara transparan guna memberikan efek jera serta memastikan kejadian serupa tidak terulang kembali di masa mendatang demi terjaganya kebebasan pers di Bumi Sriwijaya.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!