Kepala Tim Haas, Ayao Komatsu, baru-baru ini mengungkapkan bahwa penampilan impresif pembalap muda asal Brasil, Rafael Camara, dalam sesi uji coba mobil generasi sebelumnya atau Testing of Previous Cars (TPC) menjadi titik krusial yang meyakinkan timnya untuk merekrut sang pebalap. Kepastian ini sekaligus mengakhiri spekulasi panjang mengenai susunan pembalap skuad asal Amerika Serikat tersebut untuk menghadapi kejuaraan dunia Formula 1 musim 2027 mendatang.
Camara dipastikan akan mengisi kursi yang ditinggalkan oleh Esteban Ocon, di mana pemuncak klasemen sementara Formula 2 tersebut diikat dengan kontrak berdurasi multi-tahun. Kehadiran pembalap berusia 21 tahun ini diproyeksikan untuk bertandem dengan rekan sekompatriotnya di akademi Ferrari, Oliver Bearman, membentuk kombinasi pebalap muda yang menjanjikan bagi masa depan tim yang bermarkas di Banbury tersebut.
Sebelum keputusan final diambil, rumor mengenai ketertarikan Haas telah berhembus selama beberapa bulan terakhir. Puncak dari proses penilaian tersebut terjadi ketika Camara turun ke lintasan dalam program TPC di Portimao, Portugal. Dalam sesi tersebut, ia harus berbagi trek bersama kandidat pembalap muda lainnya seperti Jack Doohan dan Leonardo Fornaroli, namun kapasitas mental dan kecepatan yang ia tunjukkan langsung memikat jajaran petinggi tim.
Dalam pernyataan resminya, Ayao Komatsu menyampaikan kekagumannya terhadap talenta muda yang baru saja direkrutnya ini. Saya sangat antusias dapat merekrut talenta muda yang luar biasa seperti Rafael Camara, ujar Komatsu menyoroti rekam jejak sang pebalap di ajang formula junior yang dinilainya sangat impresif, terutama kecepatan yang ditunjukkan selama musim debutnya di Formula 2 dalam situasi sulit seperti sesi kualifikasi di Monako dan Montreal.
Lebih lanjut, Komatsu membeberkan bahwa momen di Portimao memperlihatkan kemampuan adaptasi Camara yang luar biasa di luar sekadar kecepatan murni. Ia menunjukkan saat kami memintanya menguji mobil dalam program TPC di Portugal bahwa ia mampu mengendalikan situasi dengan waktu belajar yang sangat singkat, dan ia menunjukkan kepada kami lebih dari sekadar kecepatan mentah, jelasnya. Rafa berhasil menciptakan lingkungan untuk mengeluarkan kemampuan terbaiknya, hal itu sangat mengesankan dan putaran yang ia selesaikan benar-benar istimewa.
Baca Juga Insiden Norris dan Piastri di Singapura Ungkap Alasan Tegas StellaDari sudut pandang manajemen tertinggi, pemilik tim Gene Haas juga menaruh harapan besar agar Camara dapat meniru jejak sukses yang telah diukir oleh Oliver Bearman. Pengusaha asal Amerika Serikat tersebut optimis bahwa pengalaman akademi pebalap Ferrari akan memberikan fondasi yang kuat bagi para debutan untuk langsung memberikan dampak positif di ajang balap kasta tertinggi dunia.
Kami sangat menantikan apa yang dapat dicapai oleh Rafael Camara di Formula 1 setelah melihat pencapaiannya meniti karier dari Formula 3 hingga Formula 2 tahun ini, tutur Gene Haas. Ini adalah tantangan yang berbeda di level ini, namun berdasarkan pengalaman kami melalui Ollie Bearman yang mengikuti lintasan serupa dan asosiasi dengan Scuderia Ferrari Driver Academy, para pebalap muda ini telah dipersiapkan dengan baik dan mampu langsung memberikan dampak bagi tim.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!