Lingga,Nusantara Media  — Pemimpin nomor satu di Desa Kualaraya, Kecamatan Singkep Barat, terus menunjukkan komitmennya dalam membangun kolaborasi dan sinergi bersama warganya. Hal ini terlihat nyata dari kekompakan masyarakat setempat dalam melestarikan budaya gotong royong pada setiap kegiatan penting dan hajatan di desa. Pada hari Sabtu (19/9/2026) pagi, tepat pukul 09.00 WIB, suasana hangat dan penuh kebersamaan terekam jelas di kediaman Ketua RT 02/RW 03, Dusun Dua, Desa Kualaraya. Ratusan warga bahu-membahu menyukseskan rangkaian acara religius dan perayaan bahagia, yakni giat Khataman Al-Quran yang dirangkaikan sekaligus dengan pesta pernikahan.

​Kehadiran Kepala Desa Kualaraya di tengah-tengah warganya bukan sekadar sebagai simbol pemerintahan desa, melainkan wujud nyata dari pengayoman seorang pemimpin. Ia secara langsung membaur, memastikan bahwa semangat kebersamaan terus menyala di dada setiap penduduk. Kolaborasi antara pemerintah desa dan masyarakat ini menjadi fondasi utama dalam menciptakan lingkungan sosial yang harmonis, aman, dan damai. Keterlibatan aktif dari berbagai elemen masyarakat membuktikan bahwa gotong royong di desa ini bukan sekadar semboyan masa lalu, melainkan praktik hidup sehari-hari yang terus dijaga eksistensinya.

​Saat dikonfirmasi langsung oleh Lingga Nusantara Media di sela-sela kesibukan kegiatan, Kepala Desa Kualaraya menegaskan bahwa kekompakan ini merupakan warisan leluhur yang pantang untuk ditinggalkan.

- Advertisement -
Advertisement

​"Memang sudah menjadi tradisi serta adat istiadat di desa ini. Setiap ada kegiatan pesta, syukuran, ataupun peringatan hari-hari besar, warga selalu kompak dan bekerja dengan cara bergotong-royong. Semua itu dilakukan tanpa terkecuali, tidak memandang masyarakat mana yang sedang membuat acara. Semua turun tangan saling membantu," ungkap Kepala Desa.

​Pernyataan ini menyoroti betapa kuatnya ikatan emosional dan sosial antarwarga Kualaraya. Lebih lanjut, sang Kepala Desa menekankan bahwa nilai-nilai adat istiadat tidak boleh tergerus oleh laju zaman. Di era modern di mana sikap individualisme sering kali mendominasi kehidupan masyarakat luas, warga Desa Kualaraya justru memilih untuk terus merawat kebersamaan komunal.

Baca Juga Nostalgia Perjalanan: Potret Penumpang di Atas Gerbong Kereta Tujuan Rangkasbitung di Stasiun Tanah Abang, 1970

​"Adat istiadat tidak boleh kita lupakan. Kerja sama yang baik sangat diperlukan, supaya antara satu warga dengan warga lainnya dapat terus menyambung tali silaturahmi. Lewat momen seperti inilah kita bisa saling mengenal lebih dekat lagi, mempererat persaudaraan, dan menghindari perpecahan," tambahnya dengan penuh semangat.

​Rangkaian kegiatan pesta pernikahan dan khataman Al-Quran ini diketahui telah berlangsung selama dua hari berturut-turut. Malam ini akan menjadi malam penutupan atau malam puncak dari seluruh rangkaian acara yang telah disusun oleh panitia warga. Berkat kerja keras, kolaborasi yang solid, serta kekompakan dari seluruh pihak, seluruh kegiatan dari hari pertama hingga hari ini berjalan dengan sangat lancar tanpa adanya halangan maupun rintangan. Kesuksesan hajatan warga ini menjadi bukti sah bahwa jika sebuah komunitas masyarakat bersatu padu dan berkolaborasi erat dengan pemimpinnya, maka seberat apa pun pekerjaan akan terasa ringan.