Pebalap Raul Fernandez secara terbuka mengakui bahwa dirinya belum berada dalam kondisi fisik seratus persen jelang seri Grand Prix Australia di Sirkuit Phillip Island. Sang pebalap Trackhouse Racing tersebut masih harus menanggung konsekuensi dari cedera jari yang ia alami akibat insiden kecelakaan keras pada akhir pekan balap di Sirkuit Mandalika, Indonesia, beberapa waktu lalu. Kondisi ini tentu menjadi tantangan tersendiri baginya dalam upaya mempertahankan performa kompetitif di lintasan cepat tersebut.

Insiden nahas di Indonesia terjadi ketika pebalap asal Spanyol tersebut terlibat dalam kecelakaan pada lap pertama saat sesi balapan sprint Grand Prix Indonesia. Benturan keras tersebut mengakibatkan jari telunjuk tangan kanannya mengalami patah, sebuah cedera serius yang memaksanya mengubah teknik membalap secara drastis. Pada balapan utama hari berikutnya, ia terpaksa mengerem menggunakan jari tengahnya demi bisa tetap mengendalikan kuda besi Aprilia yang ia kendarai di bawah tekanan rasa sakit yang luar biasa.

Meskipun sempat diliputi keraguan mengenai keikugertaan lini depannya, pebalap bernomor punggung tersebut menunjukkan ketangguhan mental yang luar biasa dengan tetap turun ke lintasan. Ia bahkan sempat bertarung sengit demi perebutan posisi terdepan melawan Marco Bezzecchi, sebelum akhirnya harus puas mengamankan podium kedua di belakang pebalap asal Italia tersebut. Jeda waktu yang singkat antara seri Lombok dan perjalanan ke Australia memang membantu proses pemulihan, namun cederanya belum sepenuhnya pulih sempurna.

- Advertisement -
Advertisement

Berbicara kepada awak media di Phillip Island pada hari Kamis, ia menyampaikan analisis mengenai kondisi fisiknya saat ini. Dilansir dari Motorsport.com, ia menegaskan bahwa persiapan fisiknya tahun ini tidak semulus musim lalu akibat gangguan cedera tersebut. Kondisi saya dibandingkan tahun lalu sedikit lebih buruk, tetapi dibandingkan dengan Mandalika, keadaannya jauh lebih baik, ungkapnya mengawali sesi jumpa pers jelang balapan akhir pekan ini.

Ia menambahkan bahwa akhir pekan di Australia ini akan memerlukan manajemen strategi yang matang bersama kru tim untuk mengatasi keterbatasan fisiknya. Akhir pekan ini bisa menjadi momen yang baik, namun kondisi saya jelas belum mencapai seratus persen, sehingga saya harus mengelolanya bersama tim untuk melihat apa yang bisa kami lakukan, lanjutnya menjelaskan situasi terkecuali yang tengah ia hadapi di garasi tim.

Baca Juga Marini Bercanda: Diggia 'Benci' Saya Usai Duel MotoGP Misano

Mengingat pengalaman buruk di Mandalika di mana ia langsung harus membalap sehari setelah insiden, pebalap muda berbakat ini memilih untuk mengambil pendekatan realistis. Di sini saya akan kembali membalap, lalu kita lihat bagaimana hasilnya, ucapnya sembari menyoroti faktor eksternal lain seperti cuaca ekstrem di Phillip Island yang terkenal sangat sulit diprediksi kapan pun waktunya.

Tantangan semakin kompleks karena Phillip Island menyimpan kenangan manis sekaligus beban ekspektasi tinggi, mengingat ia merupakan juara bertahan di sirkuit tepi laut tersebut pada musim sebelumnya. Ia sukses meraih kemenangan perdananya di kelas utama setelah memulai balapan dari posisi keempat dan sukses mengungguli rival-rivalnya dengan keunggulan matang di garis finis.

Raul Fernandez di Phillip Island
Raul Fernandez saat sesi jumpa pers jelang MotoGP Australia.