Direktur Liberty Media, Chase Carey, menegaskan bahwa kejuaraan dunia balap motor MotoGP tidak bisa sekadar meniru kesuksesan serial dokumenter Netflix milik Formula 1, Drive to Survive, untuk mendongkrak popularitas global. Pernyataan ini disampaikan dalam konferensi Autosport Business Exchange di New York, menyusul langkah akuisisi mayoritas saham Dorna Sports oleh perusahaan asal Amerika Serikat tersebut.

Liberty Media sebelumnya sukses mentransformasi Formula 1 sejak mengambil alih kepemilikan pada Januari 2017. Salah satu tonggak sejarah terbesar dari era tersebut adalah peluncuran musim perdana Drive to Survive dua tahun berselang, yang secara masif berhasil menarik audiens baru di tengah pandemi global. Kini, dengan kepemilikan atas pemegang hak komersial MotoGP yang rampung pada Juli 2025, strategi serupa mulai dipertimbangkan namun dengan pendekatan yang jauh lebih hati-hati dan kontekstual.

Menurut Chase Carey, meskipun terdapat kesamaan mendasar dalam hal pengelolaan waralaba global, karakter balap roda dua memiliki keunikan tersendiri yang jauh berbeda dari ajang balap mobil single-seater. Ia menilai bahwa pendekatan cetak biru atau cookie-cutter tidak akan efektif jika diterapkan secara mentah-mentah pada kejuaraan balap motor paling prestisius di dunia ini. Tantangan utama saat ini mencakup upaya mendiversifikasi latar belakang pembalap, mengingat dominasi rider asal Spanyol dan Italia yang mengisi posisi papan atas, serta memperluas basis penggemar di Amerika Serikat.

- Advertisement -
Advertisement

Dalam pemaparannya bersama jurnalis Liz Claman, Carey menjelaskan bahwa esensi dari strategi modern adalah bagaimana memberikan panggung yang lebih besar bagi para bintang lintasan agar bisa dikenal secara personal oleh para penggemar. Dunia digital saat ini menuntut keterlibatan tanpa henti selama 24 jam penuh, di mana penonton tidak hanya menikmati jalannya balapan utama secara langsung, tetapi juga mengikuti potongan video, cuplikan di balik layar, serta aktivitas para atlet di luar lintasan secara konsisten.

Baca Juga Red Bull Resmi Jadi Sponsor Utama MotoGP Australia Mulai 2027

"Tentu saja ada elemen dari apa yang perlu dilakukan tim di MotoGP yang akan memiliki kesamaan dengan Formula 1," ujar Chase Carey dalam konferensi tersebut. "Jelas, ini adalah waralaba global. Dalam beberapa hal, MotoGP bahkan lebih gila. Ketika Anda melihat orang-orang ini, mereka tampak seperti berbaring di atas aspal saat mengendarai sepeda motor tersebut. Tetapi ini adalah olahraga yang juga memiliki karakteristik uniknya sendiri. Dan saya pikir Anda tidak bisa begitu saja menggunakan pendekatan cetak biru."

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa langkah awal ini masih berada dalam tahap pengembangan strategi dan identifikasi peluang. Pasar Amerika Serikat sendiri saat ini tercatat sebagai pasar YouTube terbesar untuk ajang balap roda dua tersebut, memberikan indikasi positif mengenai potensi pertumbuhan digital yang masif. Meskipun demikian, pihak manajemen menegaskan bahwa setiap langkah ekspansi harus disesuaikan dengan DNA khas yang dimiliki oleh para kesatria lintasan aspal.