Eskalasi geopolitik yang terus berlanjut di kawasan Timur Tengah memaksa peta persimpangan ajang otomotif dunia harus berubah secara drastis. Konflik berkepanjangan yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran menciptakan ketidakpastian keamanan tingkat tinggi, yang pada akhirnya berdampak langsung pada berbagai agenda olahraga internasional. Setelah melalui berbagai kajian mendalam terkait keselamatan peserta dan kru, penyelenggara Amaury Sport Organisation (ASO) bersama dengan Saudi Motorsport Company secara resmi mengumumkan perpindahan lokasi penyelenggaraan untuk edisi mendatang, meninggalkan kawasan Arab Saudi yang telah menjadi rumah bagi reli paling kejam di dunia ini sejak tahun 2020 silam.

Pengumuman penting yang dirilis pada Jumat pagi menegaskan bahwa edisi ke-49 dari ajang legendaris ini akan menandai sebuah nostalgia besar bagi para pencinta motorsport klasik. Aksi pemanasan dan start resmi Rallye Dakar 2027 dipastikan akan dimulai dari tanah Portugal, sebelum para peserta melanjutkan perjalanan melintasi Laut Mediterania menggunakan kapal laut menuju benua Afrika, di mana sebagian besar trayek kompetitif yang melelahkan akan diselenggarakan secara penuh di wilayah Maroko.

Perubahan signifikan ini tidak hanya menyangkut peta lintasan, tetapi juga penyesuaian jadwal pelaksanaan secara keseluruhan demi mengakomodasi logistik lintas benua. Berdasarkan jadwal resmi, rangkaian acara pembuka akan dimulai pada 9 Januari di kawasan Loule-Faro, Portugal, sebelum karavan reli merambah medan pasir Afrika dan berakhir setelah melalui dua belas etape berat ditambah satu prolog serta satu hari istirahat pada 23 Januari di kota bersejarah Marrakesch.

- Advertisement -
Advertisement

Kembalinya ajang ini ke jalur tradisional Afrika sekaligus mengakhiri penantian panjang sejak terakhir kalinya reli ini digelar di tanah afrika pada tahun 2007. Para peserta akan dihadapkan pada total jarak tempuh mencapai 7.824 kilometer, di mana sejauh 4.341 kilometer di antaranya murni merupakan porsi special stages atau jalur kompetisi berwaktu yang akan menguji ketahanan fisik dan mesin secara maksimal di enam lokasi bivak berbeda sepanjang rute perjalanan.

Renndirektor atau Direktur Perlombaan David Castera secara terbuka menegaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan karakter lintasan yang benar-benar menuntut kompromi nol dari para peserta. Seluruh elemen klasik khas reli padang pasir dipastikan hadir kembali untuk menyajikan maraton otomotif yang autentik, menguji batas kemampuan navigasi dan ketahanan fisik para pereli profesional maupun amatir yang turun berlaga di bawah regulasi ketat ASO.

Rangkaian kegiatan di lapangan akan dibuka secara resmi lewat pembukaan service park pada 5 Januari di Loule-Faro, dilanjutkan proses verifikasi administratif serta scrutineering teknis kendaraan pada tanggal 6 hingga 8 Januari. Pertarungan kecepatan baru akan dimulai pada 9 Januari melalui sesi prolog di Portugal, lalu dilanjutkan etape pertama sehari berselang sebelum rombongan besar melakukan mobilisasi menuju pelabuhan untuk penyeberangan malam hari melintasi laut menuju Nador.

Baca Juga Rali Dakar 2027 Batal Digelar di Arab Saudi, Kembali ke Afrika?

Setibanya di pesisir Maroko pada 11 Januari, para peserta langsung bergerak menuju bivak pertama di Bouarfa, menandai dimulainya petualangan sesungguhnya di kawasan timur laut kerajaan tersebut. Lintasan kemudian merayap ke arah selatan menyusuri punggungan megah Pegunungan Atlas, melewati Zagora, hingga mencapai titik transit wajib 24 jam di kota pesisir Agadir yang memberikan sedikit ruang pemulihan bagi para mekanik dan pebalap.

Selepas melintasi tantangan berat Pegunungan Atlas, rute perlombaan akan menukik tajam ke dalam bentangan padang pasir luas di ujung selatan teritorial Maroko, di mana wilayah Smara dan kawasan sekitar Dakhla akan menjadi titik paling selatan yang harus ditaklukkan pada pekan kedua. Dari sana, sisa perjalanan akan mengarah kembali ke utara menyusuri garis pantai Samudra Atlantik lewat jalur Smara menuju garis finis akbar di Marrakesch.

«Penyelenggaraan edisi ke-49 Dakar yang dipindahkan ini akan tetap memenuhi standar olahraga tertinggi yang selalu menjadikan ajang ini sebagai kompetisi reli raid paling menuntut di muka bumi,» ungkap Castera menegaskan komitmen penyelenggara. «Meskipun kami bekerja di bawah kerangka waktu yang sangat ketat, tim berhasil merancang sebuah ajang Dakar yang sejati dan otentik bagi seluruh peserta.»