MotoGP, Nusantara Media - Fabio Quartararo mengungkapkan bahwa pengembangan motor Yamaha 2026 masih belum memiliki arah yang jelas setelah menjalani hari pertama yang sulit pada MotoGP Thailand di Sirkuit Internasional Chang, Buriram. Pembalap Monster Energy Yamaha MotoGP itu mengakhiri Practice sebagai rider Yamaha tercepat, namun hanya berada di posisi ke-16 dengan selisih 1,358 detik dari waktu terbaik.

Quartararo Akui Yamaha 2026 Belum Punya Arah Jelas
© Michelin

Proyek mesin V4 terbaru Yamaha belum menunjukkan progres signifikan sejak tes pramusim di Sepang, yang sempat diwarnai kendala teknis. Secara keseluruhan, performa motor dinilai masih tertinggal dibandingkan rival, terutama dalam aspek akselerasi dan kecepatan puncak.

“Kami masih sangat jauh karena kami tahu betapa sulitnya menjadi dua persepuluh detik lebih cepat, apalagi setelah dua hari tes di lintasan yang sama,” ujar Quartararo.

- Advertisement -

“Jelas kami masih sangat jauh, tetapi setidaknya saya sudah memberikan segalanya.”

Quartararo juga menyatakan bahwa hingga saat ini Yamaha belum memiliki kejelasan penuh mengenai arah pengembangan M1 V4, termasuk soal pembaruan mesin.

“Saya rasa belum ada arah yang benar-benar jelas,” tambahnya.

“Kami sedang mencoba menemukannya, tetapi setidaknya saya berusaha bekerja dan melakukan yang terbaik bersama tim.”

Ia memperkirakan pembaruan mesin baru kemungkinan tidak akan tersedia hingga Grand Prix Prancis di Le Mans pada Mei mendatang.

“Saya tidak tahu kapan akan tiba, tetapi saya pikir setidaknya hingga Le Mans kami tidak akan memiliki mesin baru. Saya tidak 100 persen yakin, tetapi untuk Brasil, Amerika Serikat, dan Qatar sepertinya belum ada.”

Juara dunia 2021 tersebut mengakui bahwa dirinya sempat terlalu optimistis terhadap potensi motor baru menjelang musim ini. Setelah menjalani musim dingin yang penuh tantangan, ia kini memilih pendekatan yang lebih realistis.

“Saya sudah berbicara dengan anggota tim dan para insinyur, dan saya rasa saya sedikit terlalu optimistis tentang potensi motor ini,” jelasnya.

“Saya tahu apa potensi yang ada, dan saya tidak ingin bertindak berlebihan atau membuat kesalahan.”

“Terutama untuk citra saya, yang menurut saya sangat penting. Saya mencoba menghadapi semuanya dengan lebih tenang.”

Catatan waktu terbaik Quartararo pada Practice Jumat tercatat sekitar 0,4 detik lebih lambat dibandingkan torehan pada sesi yang sama tahun lalu saat masih menggunakan mesin inline-four. Ia kini harus menghadapi persaingan ketat di Q1 pada Sabtu pagi, yang juga diisi Francesco Bagnaia dari Ducati dan Luca Marini dari Honda.

Dengan tekanan kompetitif yang meningkat dan ketidakpastian arah pengembangan teknis, akhir pekan di Buriram menjadi ujian awal penting bagi Yamaha dalam upaya mengejar ketertinggalan pada musim MotoGP 2026.