Fabio Quartararo mengaku setiap malam memikirkan bagaimana penampilan pertamanya bersama Honda di Valencia nanti. Dalam wawancara eksklusif dengan Motorsport.com di paddock Marco Simoncelli, juara dunia MotoGP 2021 itu membuka isi hatinya tentang masa transisi bersama Yamaha dan antisipasi besarnya menuju Honda pada 2027.

Kepindahan Quartararo ke Honda untuk musim depan sudah resmi, namun ia harus menjalani musim peralihan yang penuh gejolak. Motor Yamaha saat ini jauh dari kompetitif, dan hubungan dengan pabrikan Jepang itu memanas setelah Yamaha melarangnya mengikuti tes Pirelli di Austria, Senin depan. Larangan itu memicu kekecewaan dan memperkeruh situasi yang sebelumnya harmonis.

“Setiap malam, saya memikirkan bagaimana penampilan pertama saya dengan Honda di Valencia nanti,” ujar Quartararo menggambarkan antusiasmenya. Ia menambahkan bahwa kemampuan bereaksi setelah musim 2024 yang sulit menjadi pelajaran berharga. “Ketika motor bekerja lebih baik, terutama dalam satu lap, saya tahu bagaimana harus bereaksi. Meski di beberapa balapan hasilnya tidak sesuai harapan, setidaknya saya bisa membuktikan pada diri sendiri bahwa kecepatan saya masih ada.”

- Advertisement -
Advertisement

Ketegangan dengan Yamaha, menurut Quartararo, bersumber dari lamanya waktu yang dihabiskan untuk berjuang di posisi yang bukan seharusnya. “Pada 2021 Anda bertarung untuk gelar dunia; 2022 masih di sana, meski tidak menang. Tapi kemudian tiga tahun berturut-turut—2023, 2024, dan 2025—kami benar-benar tidak memperjuangkan apa yang kami inginkan. Momen-momen sulit pun muncul, dan saya rasa semuanya sangat terkait dengan itu,” jelasnya.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa hubungan dengan Yamaha tidak seburuk yang diberitakan. “Ini seperti sebuah hubungan: ada momen sulit, tapi itu normal. Kami punya tiga bulan tersisa bersama dan ini bukan waktunya untuk bertengkar setelah delapan tahun bersama. Kami akan menyelesaikannya dengan cara terbaik, dan saya harap di masa depan kami bisa berbicara positif tentang semua yang telah kami capai,” tuturnya.

Baca Juga Aprilia Uji Konsep Aero Adaptif di Buriram

Quartararo juga menyoroti lemahnya pengembangan motor Yamaha. “Tahun ini, tes pertama di Barcelona mengejutkan saya secara positif. Tapi kemudian kami tidak bisa mengambil langkah maju secara keseluruhan. Ketika Anda mengeluarkan motor baru, ada banyak hal yang harus disesuaikan,” ujarnya. Ia mengakui bahwa Yamaha kesulitan menemukan arah pengembangan yang tepat, terutama dalam hal traksi dan kecepatan di tikungan.

Kepindahan ke Honda menjadi tantangan baru bagi Quartararo. Meski Honda juga tengah dalam proses pembenahan, ia optimistis bisa membawa perubahan. “Saya tidak sabar untuk memulai babak baru. Honda adalah pabrikan besar dengan sejarah panjang, dan saya ingin menjadi bagian dari kebangkitan mereka,” pungkasnya. Dengan sisa musim yang kian menegangkan, mata para penggemar MotoGP akan tertuju pada bagaimana Quartararo menutup perjalanannya bersama Yamaha dan menyambut era baru bersama Honda.