Fabio Quartararo mengakhiri hari Jumat di MotoGP Aragon dengan perasaan kecewa. Pembalap Monster Energy Yamaha itu finis di posisi ke-14 pada sesi latihan bebas, tertinggal lebih dari satu detik dari catatan waktu tercepat yang dibuat Marco Bezzecchi. Meski demikian, ekspektasi rendah sudah ia bawa sejak awal, karena sirkuit ini memang dikenal sebagai salah satu titik terlemah untuk kombinasi Quartararo-Yamaha.
“Sangat buruk, sejujurnya,” kata Quartararo kepada media. “Saya memang sudah memperkirakan akan kesulitan di sirkuit ini, jadi ini bukan kejutan. Tetapi yang jelas kami tidak punya titik di mana saya bisa mendorong. Perasaan saya juga tidak bagus. Saya tidak bisa mengendarai motor dengan alur yang mulus; semuanya terasa patah-patah. Saya mengerem, lalu melakukan semuanya secara bertahap. Sayangnya, itu jelas bukan perasaan yang baik.”
Momen sulit ini datang di tengah musim yang menantang bagi Quartararo, yang mengakui motivasinya menurun di tahun terakhirnya bersama Yamaha. Sejak kemenangan terakhirnya pada Juli 2022, ia belum pernah lagi merasakan podium tertinggi. Kondisi itu semakin menegaskan bahwa jalan keluar dari krisis performa masih panjang, terutama saat trek seperti Aragon yang tidak cocok dengan karakter motor YZR-M1.
Menjelang kualifikasi, Quartararo tidak optimistis. Ia bahkan mengaku tidak bisa memaksakan diri untuk satu lap cepat, apalagi menjaga konsistensi beberapa lap beruntun. “Saya bahkan tidak bisa push dalam satu lap, jadi ini akan sulit,” ujarnya. “Kami berada di posisi yang kami perkirakan. Sejujurnya, mungkin lebih baik dari potensi motor kami. Kami akan mencoba yang terbaik, terutama untuk mendapatkan sedikit kecepatan dan konsistensi, karena saya tidak bisa membuat dua lap beruntun.”
Baca Juga Dall'Igna Sambut Peluang 'Blank Sheet' untuk Motor Ducati 2027Di belakangnya, posisi Yamaha lainnya juga tidak menggembirakan: Alex Rins ke-16, Jack Miller ke-19, dan Toprak Razgatlioglu ke-21. Situasi ini menegaskan bahwa pabrikan asal Iwata masih tertinggal jauh dari rival-rivalnya di klasemen. Tekanan semakin besar menjelang balapan, karena Quartararo harus mencari cara untuk keluar dari zona sulit ini dan memberi perlawanan di tengah dominasi Ducati.
Dengan kondisi trek yang terus berubah, tim Yamaha punya pekerjaan rumah besar untuk menemukan setelan yang pas sebelum kualifikasi dan balapan. Namun, melihat tren performa sepanjang musim, jalan menuju perbaikan tampaknya masih panjang. Akankah Quartararo bisa membalikkan keadaan di Aragon? Kita tunggu saja aksinya di sesi berikutnya.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!