Peta persaingan kejuaraan dunia kelas utama mengalami guncangan besar setelah Jorge Martin dipastikan harus absen dari balapan utama Grand Prix Australia di Sirkuit Phillip Island. Insiden horor yang terjadi pada sesi balapan sprint hari Sabtu ini tidak hanya menghentikan laju sang juara dunia, tetapi juga memberikan dampak instan pada perolehan poin krusial di klasemen sementara musim ini, memupuskan ambisinya untuk mendulang poin penuh di seri krusial tersebut.
Pihak tim pabrikan Aprilia Racing mengonfirmasi kurang dari dua jam setelah insiden bahwa pembalap andalan mereka tersebut mengalami cedera patah tulang radius pada lengan bawahnya. Kecelakaan berkecepatan tinggi yang terjadi pada lap kedelapan tersebut memaksa pengawas balapan mengibarkan bendera penanda situasi darurat, sementara sang pembalap langsung dievakuasi menggunakan tandu menuju pusat medis sirkuit untuk mendapatkan penanganan darurat lanjutan dari tim dokter.
Berdasarkan hasil pemeriksaan sinar-X awal di sirkuit, selain patah tulang radius, tim medis juga menemukan indikasi kuat adanya retak atau patah pada tulang ulna di bagian distal dekat pergelangan tangan. Kondisi fisik yang tidak memungkinkan ini membuat komisi medis MotoGP secara resmi menyatakan pembalap asal Spanyol tersebut tidak fit untuk mengikuti jalannya balapan hari Minggu, mengubah total strategi tim dalam menghadapi sisa kalender balap musim ini.
Dalam keterangan resmi yang dirilis oleh pihak tim, disebutkan bahwa pebalap andalan mereka itu langsung dilarikan ke pusat medis sirkuit segera setelah insiden terjadi. Pemeriksaan radiologi awal menunjukkan adanya patah tulang radius serta dugaan keretakan pada tulang ulna bagian distal, yang kemudian diperkuat dengan keputusan wajib untuk melakukan pemindaian tomografi terkomputerisasi atau CT scan di Melbourne guna memastikan tingkat keparahan cedera tersebut.
Menjelaskan kronologi insiden nahas tersebut, insiden bermula ketika ia terlibat dalam pertarungan sengit memperebutkan posisi terdepan melawan pembalap andalan skuad pabrikan Marc Marquez. Memulai balapan dari posisi keempat dengan sangat impresif, ia sempat memimpin jalannya lomba sebelum akhirnya melakukan kesalahan kecil yang membuatnya terlempar ke posisi kedua hingga akhirnya mengalami kecelakaan hebat di tikungan dalam kecepatan tinggi.
Baca Juga Raul Fernandez Dinyatakan Unfit GP Australia Akibat CederaAkibat kegagalan finis pada sesi sprint tersebut, posisinya di puncak klasemen sementara harus rela direbut oleh sang rival utama yang keluar sebagai pemenang balapan. Keunggulan dua poin yang sebelumnya ia pegang kini berubah drastis menjadi tertinggal sepuluh angka di belakang sang rival asal Borgo Panigale, sebuah kerugian besar dalam misi mempertahankan mahkota juara dunia.
Menggambarkan insiden mengerikan yang dialaminya, sang pembalap mengungkapkan penyesalan mendalam atas kecelakaan yang terjadi namun tetap bersyukur dirinya masih dalam kondisi sadar. Ia menyatakan bahwa benturan yang ia rasakan sangat keras dan berbahaya, mengingat kecepatan motor saat menghantam area run-off gravel mencapai kisaran 180 kilometer per jam sebelum akhirnya petugas medis datang memberikan pertolongan.
Langkah selanjutnya bagi masa depan sang pembalap di sisa musim ini akan sangat Bergantung pada hasil pemeriksaan CT scan lanjutan di Melbourne. Jika keretakan tulang radius tergolong nondisplaced atau tidak bergeser, ia diupayakan tetap tinggal di Australia demi menjaga peluang tampil di Sepang, namun jika terjadi pergeseran struktur tulang, ia harus segera diterbangkan kembali ke Spanyol untuk menjalani tindakan operasi darurat secepatnya.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!