Peta persaingan di kelas menengah kejuaraan dunia balap motor terus mengalami dinamika yang menarik perhatian para pengamat teknis. Keunggulan kuantitas dari Kalex sebagai pabrikan sasis asal Jerman terbukti sangat dominan di ajang Moto2. Tidak kurang dari 20 motor balap di kelas tersebut mempercayai konstruksi sasis buatan Jerman ini, yang secara konsisten mampu membuktikan ketangguhannya untuk berada di level kompetitif yang sama dengan para rival asal Italia, termasuk Boscoscuro.

Situasi persaingan di papan atas klasemen sementara memperlihatkan pertarungan yang sangat ketat dan memanas. Menjelang rangkaian balapan akhir pekan di Grand Prix Malaysia, jarak poin antara pebalap andalan Manuel Gonzalez yang mengandalkan Kalex dengan pesaing terdekatnya dari kubu Boscoscuro, Izan Guevara, sangat tipis. Tren performa positif dengan torehan tiga kemenangan Grand Prix secara beruntun justru sedang memihak kepada Guevara, menciptakan tensi tinggi di sisa musim kompetisi.

Kendati persaingan di kategori pebalap berjalan sangat ketat, dominasi mutlak justru diperlihatkan oleh konstruktor asal Jerman tersebut pada tabel pabrikan. Dengan keunggulan masif hingga 111,5 poin atas Boscoscuro, gelar juara dunia pabrikan dipastikan berada di tangan Kalex jauh sebelum musim 2026 berakhir. Dominasi ini semakin mengukuhkan status Kalex sebagai acuan utama dalam hal pengembangan teknologi sasis di kelas menengah grand prix.

- Advertisement -
Advertisement

Perubahan besar dan signifikan dipastikan akan terjadi pada musim kompetisi 2027 mendatang, di mana kekuatan pabrikan sasis akan semakin condong ke arah Kalex. Manajemen Pramac Racing telah mengambil keputusan strategis untuk menurunkan dua unit motor dengan sasis Kalex di kejuaraan dunia Moto2. Langkah ini diambil setelah skuad yang dipimpin oleh Gino Borsoi tersebut mengevaluasi performa teknis mereka secara menyeluruh.

Baca Juga Manuel Gonzalez Incar Bantuan Rekan Setim Demi Titel Moto2

Proyek Moto2 dari Pramac sendiri sebelumnya dibangun di atas pondasi baru pada musim 2025 guna menciptakan jenjang pembinaan yang ideal menuju kelas utama MotoGP. Setelah sempat menggunakan perangkat dari pabrikan Italia selama dua tahun terakhir, skuad di bawah komando Gino Borsoi ini akhirnya memutuskan untuk kembali merapat ke pabrikan acuan utama Kalex demi mendongkrak daya saing maksimal di lintasan.