Pandeglang, Nusantara Media – Pihak SMPN 1 Panimbang, Kabupaten Pandeglang, Banten, dengan tegas membantah semua tuduhan pungutan liar (pungli) yang belakangan ini ramai beredar di media sosial dan beberapa media lokal. Kepala Sekolah, H. Rianto, menegaskan bahwa sekolah sama sekali tidak pernah melakukan pungutan ilegal kepada siswa maupun orang tua.
“Kami sangat heran dengan tuduhan ini. Saya sudah mengumpulkan seluruh guru dan karyawan, dan hasilnya tidak ada satu pun yang terlibat pungli,” ujar H. Rianto saat menemui awak media pada Senin (24/11/2025).
H. Rianto menjelaskan, semua kegiatan siswa seperti Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS), jambore Pramuka, hingga camping sepenuhnya menggunakan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).
“Jadi, tidak benar ada kegiatan camping berbayar Rp100.000 atau Rp150.000 seperti yang viral. Sekolah membiayai semua kegiatan itu secara transparan melalui dana BOS,” tambahnya.
Menurut H. Rianto, tuduhan pungli justru dimanfaatkan oknum di luar sekolah untuk memeras pedagang kantin dan pengelola parkir di sekitar SMPN 1 Panimbang. Beberapa praktik pemerasan yang mereka lakukan antara lain:
– Meminta tebus lapak hingga Rp7 juta
– Menarik iuran bulanan Rp400.000 per pedagang
– Memungut biaya sampah Rp10.000 per hari
– Mengelola parkir siswa di luar pagar sekolah
“Praktik-praktik itu ilegal dan tidak melibatkan pihak sekolah sama sekali. Kami sudah melaporkan oknum tersebut ke Polsek Panimbang, dan saat ini polisi sedang menanganinya,” tegas Rianto.
“Iuran tersebut kami gunakan untuk biaya listrik, air, dan kebersihan fasilitas yang pedagang pakai.
Untuk seragam olahraga dan batik, sekolah hanya menetapkan standar warna serta kualitas bahan. Orang tua bebas membeli di mana saja sesuai standar tersebut.
Dalam waktu dekat, SMPN 1 Panimbang akan menggelar pertemuan terbuka bersama seluruh wali murid dan pedagang kantin. Langkah ini bertujuan menjaga transparansi serta menepis segala isu yang berkembang.
“Kami ingin semua pihak tahu fakta sebenarnya. Sekolah berkomitmen menjalankan pendidikan yang bersih, transparan, dan bebas pungli,” pungkas H. Rianto.
Penulis : Tim Nusantara.media
Editor : Redaksi













