Dunia balap Formula 1 kembali dihebohkan oleh komentar tajam dari Piero Ferrari yang melayangkan teguran bersahabat namun menohok kepada Scuderia Ferrari. Dalam wawancara eksklusif bersama jurnalis terkemuka Leo Turrini di Quotidiano Sportivo, wakil ketua kehormatan pabrikan asal Maranello tersebut menilai timnya terlalu banyak menebar wacana di media tetapi miskin pencapaian nyata di atas lintasan. Kritik ini tentu menjadi sorotan tersendiri mengingat tekanan besar yang terus mendera tim Kuda Jingkrak untuk segera kembali mendominasi ajang balap kasta tertinggi dunia.

Tidak hanya melontarkan kritik pedas terhadap performa internal tim, Piero Ferrari juga secara terbuka mengungkapkan impian pribadinya untuk masa depan Scuderia Ferrari. Ia secara blak-blakan menyimpan keinginan agar suatu hari nanti pembalap muda berbakat asal Italia, Andrea Kimi Antonelli, bisa mengenakan seragam merah kebanggaan Maranelli, disertai dengan perbandingan ambisius yang langsung memancing perdebatan hangat di kalangan para pengamat motorsport global.

Pergerakan di bursa transfer dan belakang layar paddock F1 juga tidak kalah menarik untuk disimak menyusul terungkapnya kisah masa lalu dari buku autobiografi terbaru bertajuk Drive karya Christian Horner. Pimpinan tim Red Bull Racing tersebut membeberkan sebuah fakta mengejutkan mengenai momen ketika dirinya nyaris mengambil alih kursi kepemimpinan di kubu Mercedes untuk menggantikan, atau bahkan mendampingi, sosok rival abadinya yaitu Toto Wolff.

- Advertisement -
Advertisement

Sementara itu, dari ranah regulasi teknik dan penyelenggaraan grand prix, presiden FIA Mohammed Ben Sulayem menegaskan kembali komitmen penuh F1 untuk mempertahankan seluruh seri balapan sesuai kalender original, termasuk kunjungan ke Qatar dan Abu Dhabi. Kebijakan ini dibarengi dengan pemberlakuan regulasi pembatasan anggaran atau budget cap yang jauh lebih ketat, serta rencana kembalinya durasi balapan grand prix standar sejauh 305 kilometer mulai musim 2028 mendatang setelah sempat mengalami sedikit pemangkasan.

Baca Juga Kesalahan Sendiri di GP Singapura Bikin George Russell Frustrasi

Langkah taktis juga diambil oleh kubu Maranello di sektor simulator dengan resmi menggaet Sacha Fenestraz, sosok pembalap yang dalam tiga tahun terakhir menjadi tumpuan penting di balik layar simulasi tim Mercedes. Di sisi lain, peta kekuatan balap roda dua MotoGP turut memperlihatkan pergerakan strategis dari Honda dalam mengamankan talenta muda potensial, di mana Diogo Moreira dipersiapkan masuk ke skuad utama HRC sementara David Alonso akan memperkuat tim satelit LCR untuk mengarungi musim kompetisi berikutnya.