Persaingan perebutan gelar juara dunia MotoGP 2026 semakin memanas menjelang fase akhir musim yang krusial. Pembalap andalan pabrikan asal Noale, Marco Bezzecchi, menegaskan bahwa dirinya sama sekali belum kehilangan asa untuk merebut mahkota juara musim ini meskipun jarak ketertinggalan poinnya dengan para rival terdepan mulai melebar secara signifikan dalam beberapa seri terakhir.
Situasi di garasi pabrikan tersebut kini bertumpu sepenuhnya kepada pembalap asal Italia tersebut. Beban berat berada di pundaknya setelah rekan setimnya, Jorge Martin, terpaksa harus menarik diri dari rangkaian Grand Prix Malaysia akhir pekan ini akibat mengalami cedera serius. Absennya sang rekan setim membuat Bezzecchi menjadi satu-satunya harapan tersisa untuk membawa tim meraih gelar juara dunia pembalap perdana di kelas premier.
Dalam klasemen sementara kejuaraan, Bezzecchi sebenarnya sempat menikmati masa memimpin puncak klasemen pada paruh pertama kampanye musim ini. Namun, dinamika persaingan yang ketat membuat posisinya kini merosot ke peringkat ketiga. Defisit poinnya kini membengkak menjadi 52 angka setelah ia harus puas finis di posisi ketiga di belakang rival tangguh dalam sesi sprint race hari Sabtu di Sirkuit Sepang, Malaysia.
Di sisi lain, posisi puncak klasemen saat ini masih dikuasai oleh pembalap berpengalaman yang tampil sangat dominan. Pembalap tersebut unggul 19 angka di puncak dan bahkan memiliki peluang emas untuk mengunci match point pertama dalam perburuan gelar juara dunia 2026 pada balapan utama berikutnya di Qatar apabila mampu meraih hasil maksimal di Sepang.
Ketika mendapatkan pertanyaan langsung dari stasiun penyiaran Sky Italy mengenai keyakinannya dalam mengejar ketertinggalan poin di sisa musim ini, tanggapan yang diberikan sang pembalap sangat lugas dan tidak menyisakan keraguan. Ia menyatakan, Saya masih percaya pada gelar juara; jika tidak, tidak akan ada artinya untuk datang ke balapan.
Baca Juga Maria Herrera Raih Gelar Kedua WorldWCR dan Minta Peluang MotoGPPerjuangan pembalap bernomor start khas tersebut pada hari Sabtu dimulai dari posisi start kelima di grid terdepan. Di tengah kondisi cuaca yang menantang dengan guyuran hujan ringan yang membasahi lintasan Sepang, ia mampu menunjukkan kematangan balap untuk merangsek ke barisan depan dan bertarung memperebutkan tempat di atas podium.
Menjelang akhir balapan sprint yang menegangkan, ia berhasil melakukan manuver krusial untuk merebut posisi ketiga dari pembalap tim satelit Trackhouse, Ai Ogura. Selepas merampungkan sesi yang melelahkan tersebut, ia mengungkapkan kepuasannya terhadap hasil kerja keras seluruh kru di dalam garasi tim.
Ia mengungkapkan bahwa sesi sprint tersebut berjalan cukup baik meskipun kondisi lintasan sangat menyulitkan. Memilih posisi di belakang pembalap lain memberikan keuntungan tersendiri sebagai referensi visual ketika rintik hujan mulai turun di atas aspal sirkuit.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!