Banten, Nusantara Media - Wali Kota Cilegon Robinsar meresmikan Monumen Siber Indonesia di Kota Cilegon, Provinsi Banten, pada Sabtu (7/2/2026). Acara ini menjadi bagian dari peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026, dihadiri ribuan insan pers dari seluruh Indonesia, termasuk Wakil Wali Kota Fajar Hadi Prabowo dan perwakilan Dewan Pers.

Dalam sambutannya, Robinsar menekankan bahwa monumen ini merupakan simbol komitmen Pemerintah Kota Cilegon dalam mendukung kebebasan pers yang bertanggung jawab serta penguatan ekosistem media siber nasional. "Ini adalah pengakuan sejarah, bahwa Cilegon punya peran penting dalam perjalanan media siber Indonesia," ujar Robinsar.

Sehari sebelumnya, Jumat (6/2/2026), delegasi Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) se-Indonesia mengikuti rangkaian kegiatan ekspedisi budaya. Dimulai dari Kesultanan Banten Lama di Kota Serang, dilanjutkan ke Museum Multatuli di Kabupaten Lebak, dan diakhiri dengan Tasyakuran bersama Bupati Pandeglang Raden Dewi Setiani di Pendopo Kabupaten Pandeglang. Acara tersebut juga dihadiri Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah.

Dimyati menyatakan bahwa pers berperan sebagai jembatan informasi antara masyarakat dan pemerintah. "Ada jembatan roboh, pers memberitakannya dan pemerintah bisa mengambil tindakan," katanya sebagai perumpamaan. Ia juga menegaskan peran pers sebagai kontrol sosial, bukan hanya penyampai informasi tapi juga pengawas kebijakan. "Melalui pemberitaan, pers dapat memberikan peringatan atas penyelewengan yang terjadi," tambahnya.

Setelah tasyakuran, rombongan bermalam di kawasan wisata Anyer, Kabupaten Serang. Pada hari peresmian, delegasi SMSI berkumpul di Cilegon untuk menyaksikan momen bersejarah ini. Ketua SMSI Kota Cilegon Wawan Kurniadi menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kota Cilegon atas dukungannya. "Kami menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kota Cilegon, karena ini hajat nasional," ujar Wawan.

Peresmian monumen ini diharapkan menjadi tonggak baru dalam pengembangan media siber di Indonesia, terutama di tengah era digital yang semakin menuntut kebebasan pers yang etis dan bertanggung jawab. Kegiatan HPN 2026 di Banten ini juga menyoroti peran provinsi tersebut sebagai pusat sejarah dan budaya yang mendukung kemajuan pers nasional.