Kejuaraan Reli Dunia atau WRC dipastikan akan menghadapi era baru yang sangat menarik pada musim 2027 mendatang. Pabrikan raksasa asal Jepang, Toyota, secara resmi mengumumkan rencana ambisius untuk menurunkan dua skuad terpisah dengan menggunakan dua model mobil yang berbeda di ajang balap reli paling bergengsi di dunia tersebut. Langkah revolusioner ini langsung memicu berbagai tanggapan positif dari para pereli top yang akan menjadi bagian dari proyek raksasa ini.

Dalam struktur baru yang disiapkan untuk tahun 2027, Toyota akan membagi kekuatannya ke dalam dua kubu. Skuad pertama dinamai Toyota Racing yang akan mengandalkan bodi mobil legendaris GR Celica Rally1. Sementara itu, kubu kedua akan turun dengan nama Gazoo Racing Toyota yang menggunakan andalan baru mereka, GR Yaris Rally1. Pembagian ini menempatkan para pereli papan atas ke dalam dua kubu yang diprediksi bakal saling bersaing sengit di setiap lintasan reli dunia.

Juara dunia baru reli, Elfyn Evans, bersama dengan Oliver Solberg dan Sami Pajari, akan memperkuat skuad Toyota Racing. Di sisi lain, Gazoo Racing Toyota akan diisi oleh pereli kembalinya Ott Tanak, Kalle Rovanpera yang turun paruh waktu, serta Takamoto Katsuta. Menariknya, keenam pereli ini mengaku tidak memiliki hak suara atau keterlibatan dalam menentukan di mobil atau tim mana mereka akan ditempatkan, namun mereka tetap menyambut antusias keputusan manajemen.

- Advertisement -
Advertisement

Elfyn Evans mengungkapkan bahwa keputusan ini mencerminkan komitmen luar biasa dari pabrikan asal Jepang tersebut terhadap masa depan kejuaraan reli dunia. Menurut sang juara dunia, persaingan internal antar sesama pereli bermesin pabrikan yang sama sebenarnya sudah menjadi pemandangan lumrah selama bertahun-tahun, namun kehadiran enam mobil dengan dua tim berbeda akan melipatgandakan intensitas persaingan tersebut ke tingkat yang belum pernah disaksikan sebelumnya.

"Tentu saja ini adalah komitmen yang sangat besar dari Toyota terhadap Kejuaraan Reli Dunia. Dan menyenangkan rasanya untuk terus menjadi bagian dari hal tersebut," ujar Evans. Ia menambahkan bahwa kedua tim memiliki potensi yang sangat menarik dan level kompetisi dipastikan akan sangat tinggi dari kedua sisi garasi.

Baca Juga Inggris Siapkan Kalender Reli Besar dengan Encarian Seri ERC

Senada dengan Evans, pereli muda berbakat Oliver Solberg juga memuji langkah berani ini. Ia menilai keputusan menurunkan dua mobil dengan identitas berbeda—menggabungkan warisan historis nama besar Celica dengan keandalan modern Yaris—memberikan tekanan positif bagi pabrikan lain di kejuaraan. Solberg mengaku sama sekali tidak tahu menahu mengenai keputusan penempatan tim tersebut hingga pengumuman resmi dirilis ke publik.

"Saya tidak punya petunjuk apa pun sampai saya pergi ke panggung itu seperti kalian semua. Namun ini adalah tim yang hebat," kata Solberg. Ia merasa sangat senang bisa berada di dalam satu skuad yang dianggapnya sangat keren bersama rekan-rekan setimnya untuk menghadapi tantangan ketat di lintasan reli global musim mendatang.