Peluang besar kini tengah membayangi Kimi Antonelli dalam perburuan gelar juara dunia Formula 1 musim ini. Jika pembalap asal Italia tersebut berhasil mengunci gelar juara di Grand Prix Amerika Serikat yang berlangsung di Circuit of the Americas akhir bulan ini, ia dipastikan bakal memecahkan rekor monumental yang selama ini dipegang oleh Sebastian Vettel sebagai juara dunia termuda sepanjang sejarah ajang balap bergengsi ini.
Berdasarkan kalkulasi poin saat ini, pembalap muda andalan Mercedes tersebut memimpin klasemen sementara dengan koleksi 340 poin. Rekan setimnya, George Russell, berada di posisi kedua dengan 238 poin, sementara andalan Ferrari, Lewis Hamilton, menguntit di tempat ketiga dengan 229 poin. Meskipun secara matematis pertarungan masih terbuka dengan tersedianya 150 poin terakhir, skenario penguncian gelar di Austin sangat terbuka jika hasil balapan berpihak padanya.
Skenario yang dibutuhkan agar Antonelli bisa merayakan gelar juara di tanah Amerika terbilang cukup spesifik namun bukan hal yang mustahil. Antonelli harus memenangkan balapan, sementara George Russell harus finis di posisi kesembilan atau lebih rendah, dan Lewis Hamilton harus puas finis di posisi kelima atau lebih buruk guna memberikan keunggulan poin yang tidak terkejar bagi sang pemuncak klasemen.
Kendati demikian, tantangan teknis tetap mengintai para pesaing di barisan depan. Dengan George Russell yang dikabarkan menghadapi potensi penalti mesin yang kemungkinan besar baru akan diterapkan pada seri Las Vegas, peluang bagi para rival untuk terperosok ke posisi belakang di Austin tetap terbuka meski jalurnya terbilang cukup terjal dan penuh perhitungan taktis yang rumit dari garasi tim.
Jika berhasil mengamankan gelar di Austin, Antonelli yang saat balapan berlangsung akan berusia 20 tahun dan 61 hari akan melampaui rekor Sebastian Vettel dengan selisih lebih dari tiga tahun. Sebagai catatan, sang legenda Jerman mengunci gelar perdananya pada tahun 2010 di Abu Dhabi saat usianya menginjak 23 tahun dan 134 hari, sebuah tolok ukur dominasi yang kini berada di ambang keruntuhan oleh talenta generasi baru.
Baca Juga Max Verstappen Belum Capai Puncak Performa, Kata Mantan Bos F1Selain rekor usia termuda, pencapaian luar biasa ini juga akan mengakhiri penantian panjang selama 73 tahun bagi publik Italia tanpa gelar juara dunia F1. Antonelli akan mengikuti jejak historis Nino Farina pada tahun 1950 serta Alberto Ascari yang meraihnya pada musim 1952 dan 1953, sekaligus mencatatkan sejarah sebagai juara dunia asal Italia pertama yang tidak mengemudikan mobil buatan tim asal Italia.
Sepanjang musim yang luar biasa ini, Antonelli sendiri telah mengoleksi berbagai catatan gemilang di buku sejarah Formula 1. Ia sukses merebut status sebagai peraih pole position termuda di China sekaligus menggusur rekor lama Sebastian Vettel, serta dinobatkan sebagai pemimpin klasemen termuda di Grand Prix Jepang saat usianya baru menginjak 19 tahun dan 216 hari.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!