Pencapaian luar biasa baru saja ditorehkan oleh Max Verstappen di panggung Formula 1 musim ini. Sang juara dunia empat kali sukses mengamankan kemenangan perdananya di Grand Prix Singapura melalui akhir pekan yang sangat dominan di Sirkuit Jalan Raya Marina Bay. Tidak hanya menguasai sesi utama, pembalap asal Belanda ini juga tampil superior dengan mengamankan posisi pole serta memenangi balapan sprint, mempertegas kapasitasnya sebagai salah satu yang terbaik di lintasan.
Di balik gemerlapnya kemenangan tersebut, ada sebuah momen emosional yang menyita perhatian para penggemar balap di seluruh dunia. Tim asal Milton Keynes, Red Bull Racing, memberikan penghormatan khusus kepada Gianpiero Lambiase dengan memintanya mendampingi Verstappen di atas podium juara. Momen ini terasa begitu mendalam mengingat sang insinyur balap senior dipastikan akan meninggalkan tim untuk bergabung dengan skuad McLaren selambat-lambatnya pada tahun 2028 mendatang.
Pengumuman kepindahan Lambiase yang dibuat pada April 2026 menandai berakhirnya salah satu kemitraan paling ikonik di paddock Formula 1 modern. Dengan kontrak yang akan habis pada akhir 2027 atau lebih cepat jika tercapai kesepakatan dini, posisi strategis Lambiase sebagai kepala petugas balap di McLaren sudah menantinya. Sebagai langkah transisi, Tom Hart diproyeksikan untuk mengambil alih peran sebagai insinyur balap Verstappen mulai musim 2027, serta pada beberapa seri balapan tersisa di musim 2026 seperti di Amerika Serikat, Brasil, dan Las Vegas.
Dalam konferensi pers resmi pascalomba, Verstappen menceritakan bagaimana percakapan masa lalu mereka seolah menjadi kenyataan yang menyentuh hati. 'Ya, tidak menyangka hal itu terjadi. Saya ingat dia berkata kepada saya tahun lalu di Las Vegas, ini mungkin terakhir kalinya saya naik podium. Saya bilang, jangan konyol, kita akan menang jauh lebih banyak,' ujar Verstappen mengenang momen kebersamaan mereka di masa lalu dengan penuh kehangatan.
Baca Juga Madring F1: Trek Baru yang Kejam, Kesalahan Kecil Berbayar MahalPembalap andalan Red Bull itu menambahkan bahwa gestur mengirim Lambiase ke atas podium merupakan bentuk apresiasi yang sangat pas sebelum era kebersamaan mereka resmi berakhir. 'Tapi saya hampir membawa sial pada diri saya sendiri di sana, kurasa. Dan ya, sangat menyenangkan mereka mengirimnya ke atas. Tentu saja kita semua tahu bahwa dia akan pergi, tetapi saya pikir sangat spesial untuk berbagi podium di sini di trek yang belum pernah kami menangkan bersama. Jadi sangat menyenangkan melihatnya di atas sana,' lanjutnya.
Hasil impresif di Singapura ini, menyusul kemenangan beruntun sebelumnya, turut memperbaiki posisi sang juara bertahan di klasemen sementara kejuaraan dunia pembalap. Saat ini, ia berada di peringkat keempat dengan mengoleksi total 221 poin, terpaut jarak dari sang pemimpin klasemen sementara, Kimi Antonelli, dalam perburuan gelar juara dunia musim ini.

Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!