Seri Grand Prix Amerika Serikat di Austin tidak sepenuhnya menyajikan pertarungan sengit empat mobil untuk memperebutkan kemenangan Formula 1 seperti yang sempat diisyaratkan pada sesi latihan hari Jumat dan sebagian hari Sabtu. Kendati demikian, akhir pekan tersebut memberikan banyak pelajaran berharga mengenai kekuatan serta kelemahan yang tengah dihadapi oleh berbagai tim dan pembalap papan atas saat ini di bawah regulasi teknis terbaru.
Salah satu sorotan utama datang dari kubu Red Bull, di mana masalah keandalan teknis kembali menjadi penghalang. Selepas balapan, Isack Hadjar secara terbuka mengungkapkan keluhannya mengenai komponen kopling tim yang dinilai membutuhkan desain ulang total karena terlalu rapuh dan kesulitan mengatasi temperatur tinggi. Meskipun ia telah melakukan prosedur pelepasan kopling dengan sempurna, mobil tetap mengalami kendala tenaga berlebih yang membuatnya kehilangan posisi dari dua pembalap Ferrari selepas garis start menuju tikungan pertama.
Prinsipal tim Red Bull, Laurent Mekies, mengakui bahwa masalah operasional yang tergolong sepele ini terasa semakin menyakitkan sekarang. Pasalnya, ketika mereka telah susah payah mengembangkan mobil dari posisi tertinggal di antara empat tim besar hingga kini mampu bertarung di barisan terdepan, masalah teknis justru merugikan peluang untuk meraih podium ganda atau bahkan kemenangan balapan. Mekies menegaskan bahwa perbaikan ini memerlukan perubahan desain dan perangkat keras yang signifikan yang kemungkinan baru akan terlihat pada musim tahun depan.
Sementara itu, masalah pelik juga melanda kubu Mercedes, khususnya yang dialami oleh George Russell usai melakoni balapan akhir pekan yang ia sebut sebagai penampilan buruk. Perjuangan naik turun Russell dalam beradaptasi dengan regulasi 2026 menjelaskan ketertinggalan performanya dari rekan setimnya, Kimi Antonelli, yang justru tampil gemilang di Austin. Prinsipal tim Toto Wolff menjelaskan bahwa jendela operasional mobil Mercedes tahun ini sangat sempit dan sulit dikuasai oleh gaya membalap tertentu.
Baca Juga Kim Kardashian Kejutkan Paddock F1 GP Singapura Demi Lewis HamiltonWolff menambahkan bahwa paket pemutakhiran terbaru justru semakin mempersempit jendela kerja mobil tersebut, membuat Russell jauh lebih kesulitan untuk mengeluarkan potensi maksimal kendaraan dibandingkan rekan setimnya. Kendati demikian, manajemen Mercedes tetap memberikan dukungan penuh kepada pembalap asal Inggris tersebut dan bertekad untuk segera mencari solusi teknis agar mobil dapat bekerja lebih konsisten pada seri-seri berikutnya.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!